Sabtu 20 Feb 2021 05:15 WIB

Kisah Hijrah Pertama Muslim ke Ethiopia di Bulan Rajab

Umat Muslim sampai pada batas tak bisa menoleransi siksaan kaum Quraisy.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Kisah Hijrah Pertama Muslim ke Ethiopia di Bulan Rajab
Foto: republika.co.id
Kisah Hijrah Pertama Muslim ke Ethiopia di Bulan Rajab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Haram (suci) yang dimuliakan Allah. Di bulan ketujuh dalam kelender Hijriyah ini, ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam. Salah satunya, peristiwa hijrahnya kaum Muslim yang pertama di masa kenabian Rasulullah SAW. 

Peristiwa hijrah tersebut berawal dari rangkaian penganiayaan terhadap kaum Muslim, yang dimulai pada akhir tahun keempat setelah Nabi Muhammad menerima wahyu. Penganiayaan terhadap kaum Muslim semakin memburuk dari hari ke hari dan bulan demi bulan sampai situasinya menjadi sangat parah.

Baca Juga

Pada pertengahan tahun kelima kenabian, penganiayaan kian tidak dapat ditoleransi lagi. Karena itu, kaum Muslim mulai memikirkan secara serius cara-cara yang layak untuk menghindari siksaan menyakitkan yang diberikan kepada mereka.

Tekanan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim itu berawal dari kesedihan yang dialami Nabi SAW yang diuji kenabiannya oleh orang Yahudi. Hingga kemudian turun wahyu berupa surah Al-Kahfi. Menurut Ibn Katsir, asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah al-Kahfi adalah kaum Quraisy ingin mempertanyakan tentang Nabi Muhammad kepada pendeta Yahudi. 

Pendeta Yahudi itu lantas menyuruh utusan Kaum Quraisyi untuk menanyakan tiga hal kepada Nabi. Jika Muhammad mampu menjawab ketiga hal itu, maka ia benar-benar Nabi yang diutus, tetapi jika tidak maka dia hanya orang yang mengada-ada saja. 

Nabi SAW sempat bersedih hati lantaran wahyu tentang sejumlah hal yang ditanyakan Yahudi itu tak kunjung turun. Hingga kemudian, di tengah rasa putus asa itu, Allah menurunkan Surah Al-Kahf (surat ke-18 Alquran), yang terdiri dari jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan yang sering dilecehkan oleh kaum musyrik Makkah kepada Nabi Muhammad SAW. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement