Syarat-syarat Hijab Wanita Saat Haji Umroh

Jumat , 19 Feb 2021, 21:31 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Syarat-syarat Hijab Wanita Saat Haji Umroh (ilustrasi).
Syarat-syarat Hijab Wanita Saat Haji Umroh (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kaum wanita mesti menjaga dirinya pada saat menjalankan ibadah haji. Mereka tidak boleh membiarkan dirinya terbuka dipandang setiap mata yang penuh nafsu saat menjalankan ibadah rukun Islam kelima itu.

 

Terkait

Dr Thariq As-Suwaidan dalam bukunya Misteri Haji dan Umrah, "Mengungkap Rahasia Besar Amalan Haji dan Umrah" mengatakan tindakan yang lebih utama lagi yang harus dilakukan oleh wanita adalah harus tetap menjaga diri dan tidak membuka aurat, meskipun bukan dalam kondisi haji.

"Sungguh disayangkan, banyak dari mereka yang malah menentang Allah dengan membuka auratnya padahal Allah telah memerintahkan untuk menutupinya menutupnya," katanya.

Thariq mengatakan, sikap buka-bukaan dan mengumbar aurat bertentangan dengan syarat-syarat hijab bagi seorang wanita. Ada enam syarat hijab ketika menjalankan ibadah haji atau umrah yang mesti diperhatikan.

1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa wajah dan dua telapak tangan juga masuk aurat.

2. Tidak transparan. 

3. Tidak menambahkan lekuk tubuh, atau tidak boleh ketat tetapi harus longgar. 

4. Tidak memakai perhiasan yang berlebihan sehingga mengundang perhatian kaum laki-laki untuk memandangnya akibat banyak perhiasan yang menempel di tubuhnya, atau karena warna-warna yang terlalu mencolok atau memakai pakaian yang aneh.

5.Tidak memakai pakaian yang biasa dipakai kaum lelaki.

6. Tidak menyerupai pakaian biarawati.

Thariq mengatakan, pentingnya para muslimah yang menjalankan haji dan umrah menutup auratnya sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah serta sebagai bentuk meneladani para Ummahatul Mukminin.

Thariq mengingatkan, orang tua dan suami hendaknya dakwah atau ajakan kepada kaum wanita untuk memakai hijab dilakukan dengan penuh kelembutan dan sentuhan jiwa. Tujuannya agar mereka menyukainya dengan penuh kesadaran dan kerelaan, dan bukan karena paksaan atau kebencian. 

Penting juga memberi bekal ilmu kepada wanita. Itulah seharusnya yang dilakukan oleh orang tua dan suami. Sebab ilmu adalah pondasi dan cahaya yang murni. 

Oleh karena itu marilah kita mengajak kaum wanita untuk belajar dan mengajari mereka tentang apa saja yang mereka butuhkan dalam hidup mereka, dan dalam menjalankan urusan keluarga, baik ketika berada di rumah orang tuanya sendiri atau saat di tengah masyarakat.

Dalam surah Alqiyamah ayat 14 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman. "Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri."

Perubahan jati diri seorang wanita akan meniscayakan perubahan pula terhadap generasi selanjutnya. Oleh karena itu marilah kita sebagai orang tua dan suami memberikan pelajaran yang baik kepada mereka yang belum berakhir berjilbab.

"Para saudariku muslimah, agama Islam telah menjagamu sebaik mungkin, maka dari itu berhentilah menjadi pengikut seruan para musuh Islam yang mengingkari keesaan Allah  Sesungguhnya Allah Maha tahu terhadap apa yang kalian perbuat rumah tapi kalian tidak menyadarinya," katanya.