25 Rajab 1442

Katedral Selime Cappadocia Bersalju Memukau Turis di Turki

Senin , 22 Feb 2021, 07:38 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Katedral Selime denagn saljunya.
Katedral Selime denagn saljunya.

IHRAM.CO.ID, AKSARAY, Turki -- Katedral Kristen kuno yang diselimuti salju di wilayah Cappadocia, Turki memikat para pengunjung.

Katedral Selime yang merupakah tempat ibadah umat Kristiani itu dibangun 1.700 tahun yang lalu, terletak di provinsi Aksaray dan menarik banyak wisatawan lokal dan asing setiap tahun.

Desa Selime berada di pintu masuk Lembah Ihlara dan merupakan rumah bagi beberapa gereja, biara, karavan, ratusan cerobong asap, dan pemandangan yang unik.

Katedral terbesar di wilayah Cappadocia itu dibangun setelah masa bebatuan diukir.

Ruangan di katedral, seperti dapur, atap gudang, dan kamar, memiliki jejak seni Bizantium. Dindingnya menampilkan gambaran seperti kenaikan Yesus dan Perawan Maria.

Pengunjung Selime menikmati pemandangan indah di musim dingin seperti di setiap musim dan menemukan sejarah, budaya, dan keindahan alam kawasan itu.

Katedral Cappadocia yang diselimuti salju di<a href= Turki pukau pengunjung asing" />

Katedral Selime, destinasi favorit wisatawan di kawasan Cappadocia, dikunjungi 543.000 orang pada 2019 dan 240.000 orang pada 2020 meski ada virus korona.

Marina Anisina, seorang turis asal Rusia yang mengunjungi kawasan itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa katedral itu adalah tempat yang "sempurna" dengan sejarah dan alamnya.

"Kami tidak hanya bertemu dengan keindahan alamnya tetapi juga tekstur historisnya. Salju menambahkan keajaiban yang berbeda," tutur dia.

"Saya ingin mengunjungi daerah ini karena ini adalah pusat Kristen dari zaman dahulu. Tempat yang indah,” imbuh Anisina.

"Kami mengunjungi Katedral Selime. Saya tersentuh dengan itu," ujar dia.

Shapagat Altayeva, seorang turis dari Kazakhstan, mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya dia ke Turki.

"Selime menyambut kami dengan salju. Salju adalah pesta visual bagi kami," tukas dia.

Cappadocia terkenal karena kerucut vulkanik "peri cerobong asap" yang unik, lembah, kota bawah tanah, dan rumah-rumah yang diukir di batu, serta gereja, kapel, dan tempat perlindungan yang digunakan oleh orang-orang Kristen yang melarikan diri dari Kekaisaran Romawi.

Wilayah ini dilestarikan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

 

widget->kurs();?>