25 Rajab 1442

Bermuka-Muka Dengan Ka'bah Bersama Jokowi

Selasa , 23 Feb 2021, 09:21 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo beserta keluarga melakukan ibadah umrah 2014.
Foto : Republika.
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo beserta keluarga melakukan ibadah umrah 2014.

IHRAM.CO.ID, Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika*

''Capek bukan main. Tiga malam saya tak tidur!'' Pernyataan ini dikatakan seorang wartawan senior ketika menceritakan pengalamannya pergi umrah bersama Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari menjelang pilpres 2014. Sang wartawan ini ditugasi kantornya untuk meliput seluruh aktivitas mantan wali kota Solo dan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Kebetulan, selama ini dia bergelut dalam isu politik. Wilayah liputannya adalah di gedung parlemen Senayan, Jakarta.

Menurut dia, persiapannya untuk pergi ke Ka'bah bersama Jokowi memang telah diketahuinya sebelum ajang debat presiden periode terakhir. Dan, Jokowi menyelesaikan debat itu beberapa saat menjelang tengah malam, 5 Juli 2014. Beda nasib dengan Jokowi yang setelah debat selesai dia kemudian bisa pulang untuk istirahat, si wartawan ini malah dikejar deadline  untuk segera menyelesaikan penulisan berita acara itu.

''Praktis saya baru bisa pulang sekitar pukul 02.00 dini hari. Sampai di rumah sekitar satu jam kemudian,'' kata si wartawan yang mengaku tinggal di pinggiran selatan Ibu Kota.

Sesampai di rumah, dia pun tak sempat tidur lagi. Dia harus berkemas mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa untuk meliput peristiwa umrah bersama rombongan Jokowi tersebut. Apalagi pada sore hari sebelumnya dia pun sudah diberi pemberitahuan dari pihak kepala rombongan umrah itu agar sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.00 WIB.

Maka supaya aman, dia memustuskan berangkat pagi-pagi sekali, mengingat jalanan Jakarta pada saat itu dipastikan akan selalu macet secara luar biasa. Dia khawatir waktu tempuh perjalanan dari rumah ke bandara akan memakan molor waktunya, hingga lebih tiga jam. Dengan demikian, wartawan ini pun hanya bisa "tidur ayam", baik tidur sebentar di rumah atau tidur dalam mobil ketika ke bandara.

Kerasnya tekad untuk ikut rombongan Jokowi ini dibuktikan saat dia bisa memenuhi  perintah kepala rombongan agar sudah sampai di bandara pada pukul 10.00 WIB. Apalagi dia pun merasa sudah siap mental untuk begadang karena dalam briefing kepada wartawan yang akan pergi ke Makkah, semuanya sudah dipesankan yaitu bila ingin ikut rombongan umrah itu maka harus siap tidak cukup tidur. Pesan itu  juga ada tambahannya: maka pintar-pintarlah mencari kesempatan tidur!

''Akibat pesan itu, maka saya sudah punya rencana, begitu naik mobil atau dalam pesawat, saya harus bisa tidur. Sayangnya, ketika dipraktikkan, hal itu ternyata susah sekali,'' katanya.

Setelah semua tiba di Bandara Soekarno-Hatta, maka sekitar pukul 11.30 WIB rombongan Jokowi masuk ke pesawat. Pesawat ini milik maskapai Garuda yang setiap hari melayani penerbangan Jakarta-Jeddah. Si wartawan duduk di kelas ekonomi, sedangkan Jokowi bersama keluarga serta pihak "rombongan inti" lainnya berada di kelas bisnis.

''Seingat saya, pesawat yang kami pakai bukan Air Bus super jumbo yang dua lantai. Ini kayaknya Boeing yang biasa,'' katanya. Memang, selain menjelang tengah hari, setiap sore juga ada satu pesawat Garuda lagi yang secara reguler melayani penerbangan Jakarta-Jeddah. Kadang pesawat super jumbo kerap dipakai. Namun, kali ini pesawat dengan kapasitas 700 penunmpang itu tak digunakan. Dan, di dalam pesawat rombongan Jokowi ini berbaur dengan penumpang biasa.

Setelah terbang langsung selama sembilan jam, pesawat itu kemudian mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia. Karena selisih waktu Jeddah dengan Jakarta sekitar empat jam, maka waktu itu sudah menjelang maghrib. Dan seusai menuntaskan soal imigrasi bandara, sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS) rombongan kemudian dibawa ke sebuah hotel di Jeddah untuk transit. Di situ mereka pun melakukan buka puasa, membersihkan diri, dan beristirahat sejenak. Pada saat itu mereka juga dianjurkan segera mengenakan pakaian ihram. Mereka akan mengambil 'mikat' (memakai ihram dan berniat umrah) dari arah Jeddah saja.