25 Rajab 1442

Mengenal Sejarah Eksplorasi Ruang Angkasa Timur Tengah

Selasa , 23 Feb 2021, 17:10 WIB Reporter :Puti Almas/ Redaktur : Esthi Maharani
Mars.
Mars.

IHRAM.CO.ID, Awal Februari menandai momen penting bagi Uni Emirat Arab (UEA) karena merupakan waktu ketika negara Timur Tengah itu berhasil mengirim pesawat ruang angkasa ke orbit di sekitar Mars.

UEA menjadi negara Timur Tengah pertama yang berhasil mengirim pesawat ruang angkasa ke orbit Mars, sekaligus negara kelima di dunia yang melakukannya. Pesawat ruang angkasa (probe) bernama Amal atau Hope dalam bahasa Inggris diluncurkan pada 19 Juli 2020.

Hope mencapai orbit Mars pada 9 Februari dan membawa tiga instrumen yang diharapkan dapat membantu memahami atmosfer Planet Merah itu. Kesuksesan UEA membantu menghidupkan kembali ingatan terhadap program luar angkasa yang dikembangkan negara-negara di Timur Tengah lainnya.

Dilansir Middle East Monitor, lebih dari setengah negara di kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika) memiliki atau pernah memiliki program luar angkasa. Dana yang dipersiapkan dan dikeluarkan untuk program tercatat hampir dua kali lipat dari 755 juta dolar AS dalam dekade terakhir, yaitu menjadi hampir 1,3 miliar dolar AS pada 2020.

Akar dari eksplorasi ruang angkasa modern di wilayah ini sudah ada sejak awal 1960-an. Jorg Matthias Determann, profesor sejarah, sains, teknologi, dan masyarakat di Sekolah Seni Universitas Virginia Commonwealth di Qatar mengatakan di Timur Tengah, ketertarikan pada eksplorasi ruang angkasa adalah fenomena pasca Perang Dunia II.

Pada awalnya, Mesir mencetak rekor di Afrika Utara selama tiga dekade terakhir, meluncurkan sembilan satelit ke luar angkasa, dengan tujuan utama komunikasi dan penyiaran TV. Sementara itu, Uni Afrika memutuskan untuk membuat badan antariksa pada  2017 yang berkantor pusat di Mesir dan dijadwalkan beroperasi pada 2023.

"Konflik di Timur Tengah mendorong negara-negara di kawasan itu untuk berinvestasi dalam pengembangan pertahanan dan roket untuk mendapatkan keunggulan kualitatif," ujar Determann.

Keberhasilan inisiatif antariksa di Timur Tengah bervariasi dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai negara di kawasan menunjukkan dinamisme dan minat baru pada subjek tersebut. Salah satu eksperimen ilmiah pertama untuk eksplorasi ruang angkasa di Timur Tengah dilakukan di Lebanon dari pada 1960 hingga 1964.

Lebanon menjadi tuan rumah program luar angkasa sipil pertama berkat sekelompok siswa dari Haigazian College Beirut yang mendirikan masyarakat roket untuk tujuan ilmiah.

Dipimpin oleh Manoug Manougian, profesor di Haigazian College Rocket Society (HCRS), peluncuran beberapa roket selama periode tersebut dilakukan. Setelah peluncuran pertama, tentara Lebanon bekerja sama dengan HCRS.

"Setiap peluncuran roket adalah sebuah acara di Lebanon. Itu menjadi fenomena nasional dan pada 1963, sekitar 15.000 orang menghadiri peluncuran roket Cedar IV, yang mencapai ketinggian 140 km,” jelas Mira Yardemian, direktur hubungan masyarakat di Universitas Haigazian.

Lebanon bahkan memperingati acara tersebut dengan perangko. ketika Manougian kembali ke Amerika Serikat (AS), proyek itu berakhir, dengan tentara Lebanon ingin mengembangkan roket untuk keperluan militer. Sementara, baik Manougian maupun Haigazian College lebih memilih untuk tetap berpegang pada penelitian ilmiah.

 

widget->kurs();?>