Jaringan Perhotelan Incar Pemulihan Ekonomi Saudi

Rabu , 24 Feb 2021, 12:48 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Salah satu hotel di Riyadh, Arab Saudi.
Salah satu hotel di Riyadh, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Jaringan hotel dan penginapan India, OYO Hotels and Homes, berada di jalur yang tepat untuk kembali ke industri hunian. 15 persen properti perusahaan di Saudi disebut sudah mencapai sasaran okupasi layaknya sebelum pandemi Covid-19.

 

Terkait

Jaringan perhotelan dari sewaan hotel dan waralaba, rumah dan ruang keluarga ini telah hadir di Arab Saudi sejak September 2019. Ketika itu sebuah perjanjian ditandatangani dengan Otoritas Investasi Umum Arab Saudi, yang menginvestasikan 4 miliar riyal Saudi atau setara Rp 15 triliun untuk mengembangkan portofolionya di seluruh kerajaan.

Saat ini, OYO memiliki lebih dari 18.000 kamar di sekitar 200 hotel di 22 kota dan provinsi Saudi. Kepala Operasional OYO di Saudi, Bader Saidan, menyebut terlepas dari periode pendapatan yang sangat rendah selama periode kuncian tahun lalu, saat ini bisnis berada di jalur yang terus mengalami peningkatan.

"Perjalanan yang kami alami di Arab Saudi memberi kami beberapa pembelajaran utama. Termasuk, bagaimana memperkuat fondasi dengan lebih baik menggunakan sumber daya serta teknologi yang kami miliki," kata dia dilansir di Arab News, Rabu (24/2).

Penguatan fondasi ini disebut diperlukan untuk memberikan nilai yang lebih baik kepada mitra dan pelanggannya di Kerajaan tersebut. Pasokan pendapatan OYO juga telah mengalami peningkatan, dengan 15 persen properti sudah berada pada tingkat yang sama seperti sebelum pandemi.

Sementara itu, hingga saat ini beberapa properti tetap ditutup. Saidan mengatakan, dia berharap sebagian besar properti yang ditutup sementara ini dapat melanjutkan bisnisnya selama tiga bulan ke depan, karena industri telah dibuka kembali.

Dia juga menambahkan metode pemesanan utama perusahaan melalui aplikasi OYO, telah pulih lebih cepat daripada saluran digital mereka yang lain.

"Kami juga telah berinvestasi dalam pembenahan platform teknologi yang ada, untuk mengintegrasikan antara pelanggan dan mitra kami dengan lebih mulus," ujar Saidan.

Meski kondisi berangsur membaik, ia tidak memungkiri kemungkinan kuncian atau larangan perjalanan masih akan terjadi di kemudian hari. Namun, ia yakin pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk menjaga keselamatan masyarakat dan menjaga ekonomi tetap berjalan.

Di sisi lain, ia mengajak seluruh pihak yang berada di industri perhotelan untuk secara aktif bekerja untuk mendefinisikan "Hospitality 2.0", dalam era hidup normal baru. Ia dan tim percaya, teknologi yang dikombinasikan dengan komitmen manusia adalah kunci untuk mewujudkan semua mimpi itu.

Selain pembatasan perjalanan, Saidan mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi pemilik hotel adalah kekurangan tenaga kerja untuk menjaga agar properti tetap beroperasi. Dalam kasus OYO, dia mengatakan solusi teknologi yang ada membuat perusahaan membutuhkan lebih sedikit personel untuk mengelola resepsionis, dukungan pelanggan dan harga.

"Yang penting untuk diperhatikan adalah setelah terjadinya pandemi, OYO terus menambahkan properti ke jaringan kami. Jaringan kami akan terus berkembang di kuartal berikutnya," kata dia. Ia lantas menambahkan, merek usaha OYO memiliki bisnis yang sehat di Kerajaan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini