3 Ramadhan 1442

IATA Akan Kembangkan Travel Pass untuk Pelancong

Jumat , 26 Feb 2021, 05:29 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
 Sebuah pesawat terbang meluncur di bandara di Frankfurt, Jerman, saat matahari terbenam Selasa, 23 Februari 2021.
Sebuah pesawat terbang meluncur di bandara di Frankfurt, Jerman, saat matahari terbenam Selasa, 23 Februari 2021.

IHRAM.CO.ID, -- JENEWA --Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) akan mengembangkan IATA Travel Pass yang berisi riwayat kesehatan penumpang, dan diintegrasikan dengan tiket pesawat secara digital. Hal ini merupakan upaya agar otoritas terkait mudah mendeteksi para pendatang dengan aman di tengah pandemi Covid-19.

"Pengelolaan kredensial kesehatan digital yang efisien sangat penting untuk dimulai kembali. Proses manual tidak akan dapat menangani volume setelah pemulihan dimulai," ujar Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac, dilansir Anadolu Agency, Kamis (25/2).

 

IATA Travel Pass akan memverifikasi apakah penumpang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dan tes yang diperlukan untuk memasuki suatu negara. IATA menginisiasi pembuatan Travel Pass untuk menyelamatkan maskapai penerbangan yang mengalami masalah keuangan akibat pandemi Covid-19. Dengan Travel Pass ini diharapkan para pelancong tidak takut untuk bepergian ke suatu daerah atau lintas negara.

 

"Solusi digital harus aman, bekerja dengan sistem yang ada, sejalan dengan standar global dan menghormati privasi data. Dalam pengembangan IATA Travel Pass, ini sepenuhnya menjadi fokus kami," ujar de Juniac. 

 

de Juniac mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir banyak maskapai penerbangan yang mendaftar untuk menguji IATA Travel Pass terkait kredensial kesehatan. Maskapai yang telah mendaftar termasuk Air New Zealand, Copa Airlines, Etihad Airways, Emirates, Qatar Airways, Malaysia Airlines, RwandAir, dan Singapore Airlines.

 

IATA mengatakan, untuk membuka kembali perbatasan tanpa karantina dan memulai kembali penerbangan, pemerintah harus yakin bahwa mereka secara efektif telah mengurangi risiko penularan Covid-19 dari luar atau impor. de Juniac menambahkan, sebuah sistem diperlukan untuk memberi tahu penumpang tentang tes, vaksin, dan tindakan lain yang mereka perlukan sebelum bepergian. Termasuk perincian tentang di mana mereka dapat diuji dan memberi mereka kemampuan untuk membagikan tes dan hasil vaksinasi mereka. Rizky Jaramaya

 

 

 

widget->kurs();?>