4 Ramadhan 1442

Warga Turki Sangat Berminat Belajar Bahasa Indonesia

Jumat , 26 Feb 2021, 07:09 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Tangkapan layar kursus Bahasa Indonesia oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Turki pada 24 Februari 2021.
Tangkapan layar kursus Bahasa Indonesia oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Turki pada 24 Februari 2021.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah peminat kelas Bahasa Indonesia di Turki tahun 2021 memecahkan rekor yang mencapai 16 kelas dari target semula hanya 3 kelas.

Menurut pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, ini adalah jumlah terbesar dalam satu angkatan jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Hafid A. Santosa, Sekretaris III Pensosbud KBRI Ankara mengatakan dalam waktu dua minggu, sekitar 501 orang warga Turki mendaftarkan diri dari 18 provinsi di Turki.

Latar belakang pendaftar, kata Hafid, bermacam-macam, mulai dari pemandu wisata, pasangan WNI di Turki, akademisi, diplomat, presiden direktur dan general manager sejumlah perusahaan besar di Turki, hingga salah seorang penulis buku-buku sejarah terkenal di Turki.

“Ini jauh melampaui target kami,” ungkap Hafid dalam pernyataannya pada Kamis.

Hafid menuturkan pengajaran Bahasa Indonesia bagi masyarakat Turki diselenggarakan bersama KBRI Ankara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengajaran Bahasa Indonesia di Turki menggunakan kurikulum BIPA atau Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, yang sudah teruji dan terus dikembangkan selama puluhan tahun di berbagai negara.

Sementara itu, Dora Amalia, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra mengatakan Bahasa Indonesia kini sudah dipahami lebih dari setengah populasi Kawasan ASEAN.

“Ini sangat istimewa karena meskipun baru pertama kali dibuka, jumlah peminat di Turki sangat besar bahkan mengalahkan jumlah peminat di banyak negara yang membuka kelas Bahasa Indonesia yang difasilitasi Badan Bahasa,” ujar Dora Amalia.

Selain menggunakan kurikulum BIPA, pengajaran Bahasa Indonesia di Turki juga akan memanfaatkan materi-materi visual yang dikembangkan KBRI Ankara dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki yang dikenal dengan program Endonezya Evi (Rumah Indonesia).

KBRI Ankara menargetkan pengajaran untuk setiap tingkatan akan selesai dalam lima bulan dan diakhiri dengan ujian serta pemberian sertifikat.

Gozde Dizdar, presiden direktur perusahaan GD Global dari kota industri Izmir yang ikut dalam program ini mengatakan ingin sekali memelajari Bahasa Indonesia.

“Selain karena alasan potensi kerja sama ekonomi yang sangat besar di Indonesia, juga karena Indonesia adalah salah satu bangsa yang paling dekat di hati orang Turki,” kata dia.

Lalu Muhamad Iqbal, Dubes Indonesia untuk Turki, mengatakan minat yang melampaui harapan ini merupakan ekspresi persaudaraan yang kuat masyarakat Turki kepada bangsa Indonesia.

Dalam dua tahun terakhir, kata dia, KBRI Ankara secara aktif terus melakukan berbagai upaya menarik perhatian masyarakat dan kalangan usaha di Turki terhadap Indonesia.

Sebelumnya KBRI Ankara juga telah membentuk klub tari Indonesia khusus bagi anak muda Turki, dua kali mengirimkan 'influencer' Turki ke Indonesia dan hasilnya sudah dilihat lebih dari 6 juta penonton (viewer) dan juga sejumlah forum bisnis dan investasi di Turki.

 

widget->kurs();?>