1 Ramadhan 1442

Kijang Gunung Gazella, Hewan Langka Palestina

Rabu , 03 Mar 2021, 12:01 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Gazella
Foto : Middle East Eye
Gazella

IHRAM.CO.ID, ANTAKYA – Di belakang kendaraan militer Turki dekat perbatasan Suriah, kijang gunung saling mengejar kecepatan 80 kilometer per jam. Ilmuwan dan konservasionis Turki Profesor Yasar Egun bertanggung jawab atas kelangsungan hidup rusa gunung di Provinsi Hatay, Turki.

Setelah terancam punah, kijang gunung yang juga dikenal sebagai Gazella berkembang biak kembali. Di balik pelestarian Gazella, ada Ergun dan timnya bekerja keras. Menurut survei pada akhir tahun 2020, setidaknya terdapat seribu kijang gunung di cagar alam seluas 13.288 hektare di dekat perbatasan Suriah. Kawasan tersebut dinayatakan sebagai kawasan lindung melalui keputusan presiden tahun 2019.

Kepunahan kijang gunung disebabkan karena perburuan oleh manusia dan perambahan habitat yang membuat jumlah kijang gunung menurun. Padahal, kijang sudah hidup sejak zaman Romawi dan muncul dalam mosaik Romawi.

Gazella diklasifikasikan sebagai hewan langka di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki Israel. Pada 2015, spesies ini telah mengalami penurunan populasi yang dramatis di Israel. Gazella menjadi korban dari urbanisasi manusia yang membangun kota dan peternakan.

Hal pertama yang dilakukan Ergun dalam upaya konservasi adalah mengklasifikasi kijang di Hatay. Dia melakukan melalui tes DNA yang diawasi oleh Ahli Mamalia Turki, Profesor Tolga Kankilic. Penemuan tersebut membantu Ergun menetapkan varietas kijang Hatay adalah dari spesies Gazella gazelle.

Hasil itu membuat Ergun berhasil mendorong sesama ilmuwan, pejabat pemerintah, dan penduduk setempat untuk bergabung dalam kampanye mencegah kepunahan kijang gunung. Bersama dengan tim konservasionisnya, Ergun mulai menciptakan media sebanyak mungkin tentang penemuannya, menerbitkan sejumlah artikel, tampil di acara bincang-bincang, dan meminta penyiar publik Turki TRT untuk merekam film dokumenter tentang hewan pada tahun 2010.

Dia juga memberikan tur habitat alami gazelle kepada pendidik lokal, pelajar, pejabat, dan perwakilan dari kelompok kesejahteraan hewan internasional dan lokal. Misal, World Wildlife Fund (WWF)yang berpartisipasi dalam kampanye dengan mengucurkan dana dan Hatay Nature.

Berkat upaya dari relawan, stasiun pengairan pertama berhasil didirikan untuk membantu kijang gunung hidup selama musim panas. Pipa air diletakkan di bawah tanah untuk mengalirkan air ke kolam.