Senin 08 Mar 2021 09:30 WIB

Kesempatan Umroh adalah Bukan Hak Pribadi

PM Muhyiddin : Kesempatan Umrah adalah Tanggung Jawab, Bukan Hak Pribadi

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Subarkah
 Umat Muslim, yang menjaga jarak, melakukan sholat Jumat saat mereka tiba untuk menunaikan Umrah, di Masjidil Haram, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, 26 Februari 2021.
Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
Umat Muslim, yang menjaga jarak, melakukan sholat Jumat saat mereka tiba untuk menunaikan Umrah, di Masjidil Haram, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, 26 Februari 2021.

IHRAM.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin, menggambarkan kesempatan menunaikan umrah sebagai tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik agar umat Islam di Malaysia karena dapat mengunjungi Makkah sekali lagi. Ia menegaskan hal tersebut bukan sebagai keistimewaan pribadi.

Ia juga mengatakan memahami kerinduan di kalangan Muslim Malaysia untuk kembali ke Tanah Suci. Dia menambahkan sangat berterima kasih atas kesempatan untuk menunaikan umrah, Ahad (7/3) malam.

"Kemarin saat menunaikan umrah dan saat berada di Ka'bah, saya berdoa atas nama umat Islam di Malaysia agar kita selalu berada di bawah perlindungan-Nya, seluruh dunia terbebas dari pandemi Covid-19, serta bagi umat Islam di Malaysia dan seluruh dunia memiliki kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci sebagai tamu Allah," katanya dalam unggahan di halaman Facebook resminya, dikutip di Malay Mail, Senin (8/3).

Muhyiddin berada di Arab Saudi untuk kunjungan resmi empat atas undangan Raja Arab Saudi dan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

 

Perdana Menteri yang menyelesaikan umrahnya pada Sabtu pukul 10 malam (Ahad pukul 03.00 waktu Malaysia), juga diberi kesempatan masuk ke dalam Ka'bah.

 

Muhyiddin, merupakan kepala pemerintahan asing pertama yang diizinkan masuk ke Ka'bah setelah ditutup selama lebih dari satu tahun akibat wabah Covid-19. Ia lantas membagikan video ritual umrahnya dengan sang istri, Puan Sri Noorainee Abdul Rahman.

 

Perdana menteri mengatakan sikap baik Raja Salman yang mengizinkannya memasuki Ka'bah membuatnya sangat emosional dan sangat bersyukur. Ia mengatakan kesempatan yang ia terima adalah bukti rasa persaudaraan dan rasa hormat kepada Muslim di Malaysia dari Kerajaan Arab Saudi.

 

Pemerintah Saudi juga disebut sangat memperhatikan perawatan kesehatan di kalangan umat Islam. Ia percaya tanah para Nabi akan segera diramaikan kembali dengan umat Islam yang menunaikan umrah dan ibadah haji.

 

"Atas nama Pemerintah Malaysia, saya berterima kasih kepada Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Putra Mahkota Arab Saudi, Yang Mulia Pangeran Mohammad bin Salman, karena telah mengundang saya ke Arab Saudi," kata perdana menteri.

 

Tak hanya itu, Muhyiddin mengatakan dia dan istrinya sempat mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi Madinah sebelum memulai program resmi kunjungannya ke Arab Saudi.

 

Selanjutnya, Perdana Menteri akan melakukan kunjungan resmi empat hari mulai 9 Maret ke Uni Emirat Arab (UEA), untuk bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.  

 

 

https://www.malaymail.com/news/malaysia/2021/03/08/pm-muhyiddin-opportunity-to-perform-umrah-a-responsibility-not-personal-pri/1955756