Indonesia Layak Punya Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

Selasa , 09 Mar 2021, 15:53 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Muhammad Hafil
Indonesia Layak Punya Percetakan Alquran Terbesar di Dunia. Foto ilustrasi:    Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Alquran Braille di Percetakan Yayasan Penyantun Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (13/5).
Indonesia Layak Punya Percetakan Alquran Terbesar di Dunia. Foto ilustrasi: Pekerja menyelesaikan proses pembuatan Alquran Braille di Percetakan Yayasan Penyantun Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (13/5).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bersama-sama meninggalkan warisan terbaik dalam bidang produksi Alquran. Warisan itu dibuat dalam bentuk revitalisasi Unit Percetakan Alquran (UPQ) yang modern dan mampu memproduksi Alquran dalam jumlah besar.

 

Terkait

 

Baca Juga

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki semua alasan untuk menjadi pusat peradaban Islam yang sesungguhnya. Termasuk di antaranya memiliki percetakan Alquran terbesar di dunia.

“Dengan capital social yang dimiliki Indonesia, seharusnya itu menjadi modal untuk membangun percetakan terbaik dunia. Kalau menunggu anggaran agama yang ada, kita harus menunggu ratusan tahun untuk bisa menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, harus ada gerakan out of the box," kata Kamaruddin dalam acara Penyerahan Bantuan Mushaf Alquran di Masjid Baiturrahman Komplek DPR, Jakarta, Senin (8/3).

Ia menerangkan, percetakan Alquran merupakan bagian dari ekosistem peradaban Islam. Menurutnya, jika Indonesia bercita-cita menjadi pusat peradaban Islam, maka Indonesia harus memiliki percetakan yang representatif. 

"Potensi yang dimiliki percetakan pemerintah ini untuk membangun percetakan berstandar dunia adalah lahan seluas dua hektare. Anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 800 Miliar sampai Rp 1 Triliun yang akan dialokasikan untuk revitalisasi, gedung, mesin dan SDM," ujar Kamaruddin dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (9/3)

Gagasan revitalisasi UPQ tersebut disambut baik DPR, Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Yusanto mengatakan bahwa kebutuhan Mushaf Alquran di Indonesia sangatlah banyak. Menurutnya, ketersediaan produksi yang dimiliki saat ini belum mampu menutupi kebutuhan tersebut.

"Saya kira yang disampaikan Prof Kamaruddin benar adanya, kebutuhan Mushaf Alquran di Indonesia sangatlah banyak, sedangkan ketersediaan tidaklah cukup. Maka gagasan untuk revitalisasi sangatlah tepat. Tak ada satu alasan pun untuk menolak gagasan besar dari Prof Kamaruddin. Komitmen kami tidak perlu ditanyakan dan diragukan lagi, kami peduli dunia-akhirat," ujar Yandi.

Yandri juga menyarankan Kemenag untuk segera mengajukan rencana revitalisasi tersebut terlebih pada periode penyelenggaraan anggaran. Menurutnya, anggaran Rp 8 Miliar, Rp 1 Triliun atau Rp 2 Triliun sangatlah kecil kalau untuk Alquran yang memang dibutuhkan di Indonesia.

“Maka di Masjid Baiturrahman ini saya sampaikan tidak ada satu alasan pun bagi kami untuk menolak. Legacy yang ingin kita tinggalkan untuk negara ini tidak perlu lama-lama. Kalau tidak dengan rupiah murni, APBN, masih ada SBSN atau sumber dana lainnya. Nanti kita akan coba sisir. Tapi sekali lagi tidak ada alasan revitalisasi ini terhambat karena uang,” jelasnya.

Yandri mengatakan, presiden, menteri, dan semua pasti sepakat. Oleh karena itu gagasan yang mulia ini dalam waktu dekat harus segera terwujud. Sekali lagi, anggaran 1 Triliun tidaklah banyak untuk percetakan terbaik di dunia. 

 

 

 

"Kalau niat baik itu masih kita tahan saya khawatir keberkahan tidak akan turun ke negeri ini. Oleh karena itu usulkan saja, pasti kami terima," kata Yandri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini