Destinasi Perjalanan Haji yang Telah Ditentukan

Ahad , 14 Mar 2021, 10:38 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Destinasi Perjalanan Haji yang Telah Ditentukan. Foto: Pada tahun 2014 Kota Tua Jeddah Al Balad, menjadi situs World Heritage UNESCO.
Destinasi Perjalanan Haji yang Telah Ditentukan. Foto: Pada tahun 2014 Kota Tua Jeddah Al Balad, menjadi situs World Heritage UNESCO.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Jeddah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Madinah merupakan tempat-tempat yang dituju saat melaksanakan ibadah haji. Selain tempat-tempat tersebut tidak disarankan untuk mengunjunginya saat ibadah haji.

 

Terkait

"Pemerintah Saudi Arabia tidak mengizinkan selain Jeddah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Madinah untuk dikunjunginya," kata M Julius ST dalam bukunya Manajemen Haji Reguler.

Baca Juga

Alasannya tida dizinkan itu kata M Julius demi keselamatan, kenyamanan dan menghindari jamaah haji yang memanfaatkan ibadah haji untuk tinggal di Saudi Arabia guna mencari pekerjaan. Dengan demikian jamaah harus mengenal dan memahami aturan yang berlaku di tempat yang dituju, berikut sejarah tempat-tempat itu.

Keberangkatan jamaah haji Indonesia ke tanah suci diatur dengan cara membagi jamaah haji dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan melalui bandara-bandara yang telah ditentukan. Sejak tahun 2005 bandara yang digunakan haji adalah Polonia Medan, Batam, Halim Perdanakusuma Jakarta, Sepinggan, Balikpapan, Solo, Juanda Surabaya dan Hasanuddin Makassar. Masing-masing kelompok terdiri atas 450 orang jamaah haji yang jumlahnya bergantung pada jenis pesawat yang digunakan dan kemampuan bandara.

M Julius mengatakan semua penerbangan haji memanfaatkan penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA). Di Jawa Timur jamaah haji diangkut dengan perusahaan penerbangan Saudi Airlines yang menggunakan pesawat Boeing 747, khususnya untuk musim haji mampu mengangkut jamaah haji sebanyak 450 orang jamaah di luar kru pesawat.

Penentuan Jamaah Calon Haji (JCH) fari satu daerah masuk dalam satu kloter bergantung kepada hasil undian yang dilakukan oleh Kantor Wilayah departemen agama provinsi. Seorang calon jamaah haji apalagi sebagai pemimpin Haji ketua kloter, karu atau karom harus memahami urutan perjalanan yang akan ditempuh oleh kloternya.

"Ini perlu dilakukan agar bila terjadi hal yang tidak diinginkan akan mudah terpantau," katanya.

Paling tidak seorang pemimpin akan tahu jawabannya bila anggotanya bertanya urutan perjalanan haji. Ketepatan dan kecepatan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan akan menunjukkan kredibilitas seorang pemimpin. Pengambilan keputusan tidak selamanya bergantung pada ilmu yang telah dimiliki, namun kadang-kadang juga memanfaatkan feeling.

M Julius mengatakan rute perjalanan setiap embarkasi (tempat pemberangkatan) dan penerbangan menggunakan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines akan berbeda. Pada gelombang awal beberapa embarkasi langsung menuju ke Madinah misalnya Surabaya, sementara lainnya untuk menuju ke Madinah harus mendarat lewat ke Jeddah dulu lalu melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus.

Pada gelombang akhir, beberapa embarkasi misalnya Surabaya pada saat kembali ke Indonesia melalui lapangan terbang Madinah. Sementara embarkasi lain dari Madinah harus menuju lewat ke Jeddah dulu untuk menuju ke Indonesia.

Perjalanan dari embarkasi Indonesia menuju ke Jeddah atau Madinah membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam. Perbedaan waktu antara Saudi Arabia dan Indonesia adalah 4 jam, misalnya di Indonesia pukul 04.00 WIB maka di Saudi Arabia adalah pukul 00.00 WAS.

Lama waktu yang tertulis bersifat prakiraan, sewaktu-waktu dapat berubah bergantung pada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia. Total perjalanan haji reguler dari keluar rumah sampai masuk ke rumah lagi kurang lebih 40 hari.

"Penerbangan yang menggunakan Saudi Airlines misalnya jamaah haji yang dapat berangkat dari Surabaya, untuk gelombang awal, pesawat tidak mendarat di lapangan terbang jeda titik Sementara itu, untuk gelombang akhir, pesawat mendarat di Jeddah, sedangkan pulangnya berangkat dari lapangan terbang Madinah menuju ke Surabaya transit kadang-kadang di lapangan terbang demam selama kurang lebih 2 jam.

Sebelum berangkat ke tanah suci sebaiknya calon jamaah haji menyusun jadwal kegiatan selama di Madinah ke Mekah, arafah-muzdalifah-mina dan Madinatul hujjaj jadwal ini dijadikan sebagai acuan dan pelaksanaannya dapat saja berubah sesuai dengan situasi.

Selama di asrama embarkasi, calon jamaah akan menerima beberapa tanda pengenal, diantaranya adalah kartu pengenal diri, paspor, buku kesehatan, dan pengembalian (living cost) dan lain-lain. Makan disediakan oleh pemerintah yang dananya diambil dari sebagian BPIH.

"Disarankan pergunakan masa tinggal di asrama untuk mengkondisikan diri dalam situasi berhaji," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini