Senin 22 Mar 2021 14:53 WIB

Taiwan Mulai Vaksinasi Tenaga Kesehatan Gunakan AstraZeneca

Taiwan menyiapkan 117 ribu dosis vaksin AstraZeneca.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Taiwan memakai vaksin AstraZeneca.
Foto: AP/Valentina Petrova
Taiwan memakai vaksin AstraZeneca.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan memulai kampanye vaksinasi Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan (nakes) pada Senin (22/3). Taipei menggunakan vaksin AstraZeneca.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang memulai kampanye vaksinasi dengan menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Taiwan University Hospital. "Setelah 30 menit jeda, tidak ada tanda-tanda ketidaknyamanan," ujarnya.

Baca Juga

Waktu jeda digunakan untuk memantau reaksi negatif pasca-vaksinasi. Pekan lalu, belasan negara di dunia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Hal itu menyusul ditemukannya kasus pembekuan darah pada beberapa orang yang telah menerima dosis pertama vaksin tersebut.

Badan pengawas obat Uni Eropa telah melakukan peninjauan terhadap kasus tersebut. Mereka tak dapat mengesampingkan kemungkinan keterkaitan antara vaksinasi dan penyebab pembekuan darah. Namun mereka menekankan bahwa manfaat vaskin lebih besar daripada kemungkinan risikonya.

Untuk kampanye vaksinasi awal, Taiwan menyiapkan 117 ribu dosis vaksin AstraZeneca. Mereka didistribusikan ke 57 rumah sakit.

Taiwan telah menandatangani kontrak untuk mengamankan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca, 5,05 juta dosis vaksin Moderna, dan 4,76 juta dosis melalui inisiatif Covax. Ia, seperti negara lainnya di dunia, berupaya mengamankan sebanyak mungkin vaksin.

Hukum Taiwan melarang impor vaksin dari China yang dibuat untuk digunakan manusia. Sejauh ini pemerintah di sana masih mempertahankan peraturan tersebut dan belum berniat mengubahnya. Ahli-ahli kesehatan di Taiwan pun tidak ada yang membuat rekomendasi khusus perihal penggunaan vaksin asal Negeri Tirai Bambu.

Berita Terkait Kaitkan Berita

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement