Jumat 26 Mar 2021 08:55 WIB

Banten Ditargetkan Jadi 10 Besar Destinasi Wisata Halal

Wagub Banten meminta pemangku kepentingan optimalkan 4 parameter wisata halal

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, Pemprov Banten menargetkan dapat masuk sebagai peringkat 10 besar daerah di Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata ramah muslim.
Foto: Pemprov Banten
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, Pemprov Banten menargetkan dapat masuk sebagai peringkat 10 besar daerah di Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata ramah muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG  -- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, Pemprov Banten menargetkan dapat masuk sebagai peringkat 10 besar daerah di Indonesia yang memiliki destinasi pariwisata ramah muslim. Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata yang luar biasa banyak dan variatif, dan banyak diminati wisatawan.

"Saya berharap target Banten sebagai peringkat 10 besar daerah dengan destinasi pariwisata ramah muslim dapat terealisasi," kata Andika dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada acara Forum Dialog "Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia" yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond, Baros, Kabupaten Serang, Kamis (25/3).

Menurut Andika, di Provinsi Banten tercatat ada setidaknya 344 jenis potensi wisata alam seperti pantai, laut, gua, air terjun, dan gunung. Berikutnya, 591 jenis potensi wisata religi, sejarah budaya dan wisata ziarah. Serta, 231 jenis potensi wisata buatan/wisata minat khusus. "Ditambah lagi dengan potensi ekonomi kreatif masyarakat Banten yang semakin mengeliat dan menjadi salah satu sektor unggulan di masa yang akan datang," imbuhnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata Andika, seluruh pemangku kepentingan agar dapat mengoptimalkan empat (4) aspek penting yang menjadi parameter dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang secara resmi diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2019. Empat aspek tersebut adalah pertama, Access yang meliputi kemudahan akses udara, darat dan air baik secara regional maupun global.

Kedua, communication yang dimaksudkan agar informasi mengenai pariwisata ramah Muslim dapat dengan baik tersampaikan kepada wisatawan serta di sisi lain, juga diperlukan edukasi stakeholder yang dapat dilakukan melalui pelatihan, workshop, atau forum diskusi untuk pengembangan wisata halal di destinasi tersebut. 

Ketiga, lanjut Andika, environment yang berfokus pada kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik Muslim. Apabila wisatawan Muslim cenderung banyak, kata Andika, maka wisatawan Muslim lain akan cenderung lebih nyaman berada di destinasi.

Keempat atau yang terakhir, kata Andika, adalah ketersediaan fasilitas berupa restoran halal, masjid, bandara, hotel dan atraksi. Menurutnya, pelayanan ini penting bagi para wisatawan Muslim untuk dapat tetap berwisata secara bebas dan tetap dapat memenuhi kebutuhan religiusnya selama berwisata. 

"Aspek sertifikasi juga menjadi isu global terkait pariwisata ramah muslim, sertifikasi ini menjadi sebuah jaminan dan sumber kepercayaan bagi wisatawan muslim," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Agus Setiawan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog tersebut untuk mendapatkan masukan dan berbagi strategi dengan stake holder pariwisata, baik yang konvensional maupun wisata halal, baik di Banten maupun Nasional. "Setelah kami pelajari, Banten memiliki potensi pengembangan wisata halal yang baik karena memang basis budaya masyarakatnya yang memang relijius Islami. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika kita memproyeksikan wisata halal di Banten," katanya.

Untuk diketahui, hadir baik secara fisik maupun virtual pada acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat itu, Asisten Staf Khusus Wapres yang Juga Ketua Dewan Pembina Insan Pariwisata Indonesia Guntur Subagja Mahardika, Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong R Sumedi dan Ketua MUI Banten AM Romly. Berikutnya, Rektor Untirta Fatah Sulaeman, Ketua Harian PHRI Ashok Kumar, Dirut PT Banten West Java Tourism Development Poernomo Siswoprasetijo dan Founder & CEO Gaido Grup yang juga M Hasan Gaido.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement