Kesthuri Sambut Baik Target Vaksinasi Kemenkes untuk Calhaj

Jumat , 26 Mar 2021, 18:15 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
 Sekjen Kesthuri, Artha Hanif, mengapresiasi target pemerintah vaksinasi calhaj Mei mendatang.
Sekjen Kesthuri, Artha Hanif, mengapresiasi target pemerintah vaksinasi calhaj Mei mendatang.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Haji Republik Indonesia (Kesthuri) menyambut baik target Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang akan menyelesaikan vaksinasi calon jamaah haji (calhaj) pada Mei. Penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) pun penting  mempersiapkan segela sesuatunya.  

 

Terkait

"Penjelasan Menkes RI bahwa Mei 2021 akan menjadi target selesainya vaksin bagi semua calhaj termasuk petugas serta pembimbing haji akan menambah semangat dan harapan menggembirakan bagi banyak pihak," kata Sekjen Kesthuri, Artha Hanif, Jumat (26/3).  

Baca Juga

Artha mengatakan, sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari Kerajaan Arab Saudi tentang dibukanya haji 2021 untuk calhaj dari Indonesia.

Bila sudah ada pernyataan resmi Arab Saudi, diperkirakan jumlah kuota haji Indonesia akan dibatasi cukup signifikan. 

"Pemotonganan kuota ini merupakan konsekuensi logis kepada semua negara demi penerapan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang harus sesuai dengan SOP operasional layanan haji 2021, yaitu haji di masa pandemi Covid-19," ujarnya. 

Artha mengatakan, akibat penerapan prokes ini juga diperkirakan biaya haji akan naik sekitar 50 persen. Khususnya terkait penyediaan fasilitas akomodasi dan transportasi yang harus dapat mencegah peluang terjadinya kerumunan. 

Menurut Artha, adanya berita bahwa Arab Saudi baru akan mengeluarkan pernyataan resmi tentang haji 2021 untuk Indonesia pada awal Syawal akan menjadi kendala utama bagi pemerintah haji reguler untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan haji reguler 2021. Semua persoalan akan terjadi merupkan faktor penting yang akan mengurangi jumlah calhaj RI yag siap berangkat pada haji 2021 ini. 

"Khusus bagi PIHK, antisipasi berbagai faktor sabagaimana tersebut di atas perlu benar-benar harus diseriusi," katanya. 

Terutama waktu persiapan yang mepet meski masih sangat dimungkinkan, kenaikan biaya sekitar 50 persen serta konsekuensi prokes yang harus dihadapi calhaj termasuk karantina di Indonesia maupun karantina di Arab Saudi. Apabila salah antisipasinya, PIHK akan menanggung konsekuensi biaya yang tidak kecil. 

"Hal terpenting dalam persiapan haji pada tahun ini bagi semua calhaj adalah keharusan sudah menyelesaikan vaksinasi Covid 19 yang kedua pada tidak hari sebelum keberangkatan," katanya.

Yang tidak kalah penting, menurut Artha, adalah PIHK wajib meng-update semua kondisi yang akan terjadi pada saat sebelum keberangkatan dan saat berada di Saudi serta saat tiba kembali di Tanah Air. Calhaj khusus harus benar-benar siap mental, siap dana dan siap kesehataan yang prima. 

"Hal itu untuk memastikan bahwa calhaj berangkat dengan zero Covid-19 dan tiba di Saudi tetap sehat wal afiat serta kembali pulang ke kampung halamannya tetap dlm kondisi zero Covid-19," katanya.

Artha memastikan, karantina bukan suatu persoalan yang krusial bagi PIHK, untuk itu tidak perlu dikoordinasi dengan pihak terkait. Menurutnya yang perlu jadi konsentrasi dan segera dipetakan dengan baik bagaimana pemerintah dapat menyelenggarakan ibadah haji dan memaksimalkan kuota yang diberikan. "Ketika mendapat peluang berangkat siapa yang berhak berangkat dengan kuota yang diperketat," katanya. 

Artha mengatakan, khusus untuk karantina di Indonesia sebelum berangkat calhaj khusus biasanya di tempatkan di hotel bintang empat sekitar akses jalan menuju bandara. Pemilihan lokasi strategis ini penting untuk memudahkan calhaj menuju bandara internasional.