Ahad 28 Mar 2021 15:58 WIB

Pemkot Sukabumi Gerakkan Program Tani Bangkit

Dampak pandemi harus disikapi dengan kolaborasi dan sinergitas agar ekonomi bangkit

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
Peluncuran Program Tani Bangkit berupa launching tanam perdana ubi jalar di Kampung Kubang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (27/3).Program ini digagas Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu)
Foto: Republika/riga nurul iman
Peluncuran Program Tani Bangkit berupa launching tanam perdana ubi jalar di Kampung Kubang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (27/3).Program ini digagas Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sejumlah upaya dilakukan agar bisa bangkit dari dampak pandemi khususnya di bidang ekonomi. Salah satunya di Kota Sukabumi diluncurkan Program Tani Bangkit berupa launching tanam perdana ubi jalar di Kampung Kubang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (27/3).

Program yang digagas Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) ini bekerjasama dengan Alfamidi, BMT Darusssalam serta petani lokal. "Kegiatan ini untuk membangkitkan ekonomi warga di masa pandemi Covid-19," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Pada acara ini hadir Direktur Utama Lazismu Muhammad Sabet Abilawa, pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Sukabumi, serta kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sehingga pemkot memberikan apresiasi atas dipilihnya Kota Sukabumi dalam program tani bangkit untuk membangkitkan perekonomian warga.

Di mana kata Fahmi, pada pandemi saat ini membutuhkan dukungan dari semua pihak dan tidak bisa pemerintah sendiri melainkan melibatkan semua elemen dengan kolaborasi. Terlebih angka kemiskinan naik secara nasional akibat dampak pandemi karena ekonomi terhenti.

Oleh karenanya lanjut Fahmi, dampak pandemi ini harus disikapi dengan kolaborasi dan sinergitas agar ekonomi bisa pulih kembali. Salah satunya melalui Program Tani Bangkit yang dapat menjadi salah satu cikal bakal untuk kebangkitan ekonomi agar memiliki optimisme.

Kegiatan kolaborasi ini ungkap Fahmi, untuk meningkatkan ekonomi warga dalam kondisi pandemi. Pemda siap berkolaborasi dengan Lazismu dan elemen lainnya khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Fahmi mengatakan, wilayah yang dipilih untuk program ini sangat tepat. Sebab daerah tersebut masih sangat membutuhkan perhatian dari segi aspek kegiatan perekonomian.

Direktur Utama Lazismu Muhammad Sabet Abilawa mengatakan, program tani bangkit ini digagas Lazismu karena masuk pilar ekonomi pemberdayaan petani. Sebab tidak hanya bantuan modal, pelatihan dan pendampingan melainkan program sinergitas berbasis komunitas. "Program ini kerjasama dengan Alfamidi dan BMT Darussalam 6 untuk luasan 6 hektare," kata Muhammad Sabet. Nantinya pengelolaan tanaman diserahkan kepada warga dan hasil panen sudah ada yang akan membelinya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement