Ahad 28 Mar 2021 23:53 WIB

Khasiat Peterseli sebagai Multivitamin Herbal

Salah satu tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat adalah peterseli.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Peterseli
Foto: Pixabay
Peterseli

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Allah menciptakan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan manusia untuk bertanam, berteduh, dan pengobatan. Hal itu Allah sampaikan dalam surat al-Baqarah ayat 168:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."

Salah satu tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai obat adalah peterseli. Peterseli mudah diakses dan digunakan karena hampir di seluruh dunia, peterseli dapat tumbuh. Di restoran Barat, peterseli digunakan sebagai hiasan. Selain mudah dibudidayakan karena dapat ditanam dua kali setahun, harga peterseli pun murah.

Berasal dari Sardaigne, peterseli disebut Petroselimum Sativum yang diambil dari kata Yunani Petrosolinon yakni “daun batu”. Meskipun ilmu pengetahuan modern membedakan hingga 40 varietas peterseli tapi hanya dua yang banyak digunakan di dapur, yaitu peterseli daun keriting dan daun polos atau Italia.

Bagi sebagian orang, peterseli berdaun Italia terlihat seperti ketumbar Cina sehingga penting untuk mengidentifikasi ramuannya dengan benar. Peterseli baru juga ditemukan baru-baru ini tahun 1978 di laut yang dikenal peterseli laut dan menyerupai rumput laut merah. Peterseli laut baru mengandung vitamin dan asam amino yang hampir sama banyaknya dengan peterseli tanah.

Dr. Gillian MacKeith dalam bukunya Living for Health menjelaskan, saat ini banyak orang yang merekomendasikan peterseli sebagai salah satu obat dan tonik yang merevitalisasi. “Selain menyediakan nutrisi penting, peterseli pun menyeimbangkan energi organ dengan meningkatkan kemampuan untuk berasimilasi dan memanfaatkan nutrisi,” kata Dr Gillian McKeith.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement