24 Ramadhan 1442

Bertaubat Sebelum Berangkat Haji

Senin , 29 Mar 2021, 07:45 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Bertaubat Sebelum Berangkat Haji. Foto: Bertaubat. Ilustrasi
Bertaubat Sebelum Berangkat Haji. Foto: Bertaubat. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARATA--Pertaubatan adalah hal yang harus dilakukan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Sebab tempat yang hendak dituju adalah negeri haram dan tanah yang akan menjadi tempat tinggalnya selama ibadah haji adalah tanah yang suci.

"Oleh karena itu selayaknya calon jamaah haji menyucikan jiwanya seperti baju putih yang bersih dari noda," kata Dr Thariq As-Suwaidan dalam kitabnya

Asrar Al Hajj Wa Al Umroh.

Dia juga hendaknya bersegera memurnikan hatinya dari segala keburukan yang selalu terjadi akibat kelalaian yang diperbuat. Dalam sebuah hadits disebutkan. "Semua anak Adam pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah dia mau bertaubat. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Baca Juga

Dr Thariq mengatakan, bahwa Allah memiliki hikmah dan rahasia tersendiri ketika Dia terkadang melalaikan hati manusia, sehingga menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat. Akan tetapi, penyesalan yang tumbuh atas dosa yang telah dilakukan untuk tidak lagi mengulanginya dan tidak lagi menurutkan nafsu angkaranya, mampu membuat manusia yang berakal tidak terjatuh ke dalam lubang yang sama dengan melakukan perbuatan dosa itu lagi.

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat an-Nisa ayat 17 yang artinya. "Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilannya yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi maha bijaksana."

"Jika sudah bertaubat orang yang telah berbuat dari dosa, statusnya sama seperti orang yang tidak berdosa," kata Dr Thariq.

Kata dia, lihatlah, betapa banyak orang yang taubat dari dosanya, kemudian menjadi sangat dicintai Allah. Sebaliknya terkadang ketaatan malah bisa membangkitkan sifat sombong dan ujub pada diri sendiri sehingga dia memandang dirinya sebagai sosok yang suci.

Dalam surat an-Najm ayat 32 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman. "Maka janganlah kamu mengatakan dirimu Suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa."

Sikap unjub yang paling nista kata Dr Thariq adalah mengungkit-mungkit bentuk ketaatan kepada Allah yang telah dilakukan dan merasa takabur dengan mengingat-ngingat ketaatan tersebut. Pahal, tidak ada kebaikan yang didapatkan dari ketaatan yang berisi kesombongan.

Dalam Hadis disebutkan. "Kalau kalian, tidak pernah berbuat dosa maka Allah akan melenyapkan kalian dan akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka beristighfar dan Allah akan mengampuni mereka. (HR.Muslim).

Seorang hamba sudah selayaknya selalu merasa takut atas segala kekhilafan yang telah dilakukan. Karenanya, setiap hari, bahkan dalam berbagai situasi dan majelis yang dihadiri, dia harus selalu menghiasi dirinya dengan taubat dan istighfar, sampai kelak dia masuk surga dan selamat dari siksa Allah.

Untuk itu, bagi orang yang hendak menunaikan Ibadah haji, sangat diutamakan baginya untuk segera bertaubat atas segala kesalahannya. Sehingga ketika dia memasuki tanah yang suci dan penuh berkah ini dia telah terbebas dari segala keburukan dan dosa.

"Setelah itu, hendaknya dia selalu menanamkan perasaan iba dan khawatir pada dirinya sendiri, jika jika sampai hatinya tidak bergerak untuk melakukan pertobatan," katanya.

 

widget->kurs();?>