1 Syawwal 1442

Saudi Belum Putuskan Vaksin Ketiga yang Diberi Izin Masuk

Senin , 29 Mar 2021, 10:16 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Pekerja di Arab Saudi wajib divaksinasi.
Pekerja di Arab Saudi wajib divaksinasi.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Otoritas Arab Saudi hingga saat ini masih belum menentukan vaksin ketiga yang akan digunakan di negara tersebut. Mereka menyebut izin persetujuan hanya akan diberikan jika telah melewati semua peraturan dan tahapan yang diperlukan.

 

Pejabat Kementerian Kesehatan menegaskan, semua syarat harus telah dipenuhi, mengingat tujuan negara adalah memastikan keamanannya bagi penduduk Kerajaan Saudi.

 

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Dr.Mohammed Al-Abd Al-Aly, mengatakan saat ini ada dua vaksin yang tersedia di Kerajaan. Mereka adalah Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca.

 

Dalam konferensi persnya, ia menyebut pengumuman vaksin ketiga akan dilakukan setelah mendapat izin penggunaan oleh Otoritas Makanan dan Obat Saudi.

 

Dilansir dari Arab News, Senin (29/3), meningkatnya kasus harian Covid-19 di Saudi mengkhawatirkan banyak pihak. Pihak berwenang saat ini disebut sedang memantau situasi. Terlepas dari apakah jumlahnya naik atau turun, masalah ini dinilai tetap berada di tangan masyarakat.

 

“Dengan berpegang pada protokol keselamatan, kami dapat memastikan bahwa angka-angka tersebut kembali ke jalur yang aman dan benar,” kata dia.

 

Al-Aly lantas mengatakan 60-70 persen kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini utamanya disebabkan oleh arisan di rumah-rumah. Kasus lainnya, bisa jadi karena aturan yang longgar di tempat kerja, masjid, ruang publik, maupun tempat komersial.

 

"Kita harus terus menempuh jalan yang benar untuk mengatasi pandemi ini. Tidak ada pengecualian. Semua orang, yang divaksinasi dan tidak, harus selalu mematuhi tindakan pencegahan dan protokol kesehatan," lanjutnya.

 

Dalam tiga hari berturut-turut, Arab Saudi mencatat kasus positif Covid-19 di atas angka 500. Terbaru, Saudi melaporkan 531 infeksi Covid-19, Ahad (28/3).  Penghitungan infeksi negara sampai saat ini mencapai 388.325 orang.

 

Riyadh mencatat 221 kasus baru, Provinsi Timur 105 kasus dan Makkah 99 kasus. Baha mencatat jumlah terendah, dengan hanya dua infeksi baru.

 

Ada 389 pemulihan tambahan yang dilaporkan, meningkatkan jumlah menjadi 376.947 pasien. Ada 4.728 kasus aktif dengan 638 di antaranya berada di unit perawatan kritis. Saudi juga melaporkan tujuh kematian baru terkait Covid-19, membuat total korban meninggal dunia menjadi 6.650.

 

Juru Bicara Kemenkes itu juga mengatakan kementerian sedang berupaya menyediakan lebih banyak slot waktu bagi orang-orang yang mendaftar untuk mendapatkan vaksin.

 

Hingga saat ini, lebih dari satu juta dosis vaksin Covid-19 diberikan kepada orang-orang di Kerajaan dalam waktu seminggu. Penambahan ini sekaligus meningkatkan angka keseluruhan menjadi 4,1 juta dosis vaksin.

 

Meski jarang, Al-Aly mengatakan masih ada kemungkinan seseorang tertular Covid-19, bahkan setelah menerima dua dosis vaksin. Hingga saat ini tidak ada kematian terkait vaksin di Arab Saudi. 

 

 

widget->kurs();?>