SHD Bawa Keunikan Budaya dan Tradisi 29 Negara Arab

Senin , 29 Mar 2021, 13:52 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
SHD Bawa Keunikan Budaya dan Tradisi 29 Negara Arab Dalam Satu Tempat. Foto:   Cara Unik Penjual Jus di Suriah Berjualan di SHd.
SHD Bawa Keunikan Budaya dan Tradisi 29 Negara Arab Dalam Satu Tempat. Foto: Cara Unik Penjual Jus di Suriah Berjualan di SHd.

IHRAM.CO.ID,SHARJAH—Sharjah Heritage Days (SHD), yang berlangsung di distrik Heart of Sharjah, situs warisan budaya yang bertujuan untuk melestarikan kota tua Sharjah di Uni Emirat Arab, akan berlangsung hingga 10 April mendatang. Pameran itu akan menampilkan adat istiadat dan tradisi unik UEA dan 29 negara lainnya, seperti Oman, Kuwait, Bahrain, Yaman, Sudan, Lebanon, Maroko, Palestina, Aljazair, Suriah, Tunisia, dan Irak.

 

Terkait

Berbagai macam pernak-pernik buatan tangan seperti ukiran kayu hingga gantungan kunci dengan kutipan kata-kata islami yang biasanya hanya dapat ditemukan di kios Lebanon, World Heritage Village milik Fatima Matouk dan Mamoun Shuqair, juga akan didatangkan dalam pemeran ini. 

Baca Juga

Matouk juga membawa serta berbagai wewangian produk rumahan yang mencerminkan keanekaragaman hayati dan ekodiversitas Lebanon, dalam varietas seperti arang, lavender, kopi, oud, susu, madu, dan lainnya. Ukiran dan pernak-pernik kayu buatan Shuqair juga akan disertakan, begitu juga koleksi baju tradisional Lebanon rancangan Matouk, pakaian flowy dengan lengan panjang dan longgar dikenakan dengan hiasan kepala "tantour" berbentuk kerucut. 

“Secara tradisional, pengantin pria membeli topi ini untuk dipakai oleh calon mempelai pada hari pernikahan mereka, dan tinggi serta kualitasnya mencerminkan statusnya. Orang yang benar-benar kaya bahkan memakai tantour yang diberi aksesori emas dan ditata dengan batu mulia,”jelas Matouk yang dikutip di Gulf Today, Senin (29/3). 

Shuqair dan Matouk bukan hanya seniman kreatif, mereka juga musisi, Shuqair mahir memainkan oud, instrumen menyerupai gitar dengan senar leher pendek dan lute berbentuk pir. Sedangkan Matouk adalah penyani lagu-lagu tradisional Lebanon. Musik mereka berfokus pada warisan budaya, mereka juga memadukan musik timur dan barat dalam repertoar mereka, misalnya, Shuqair memetik "Despacito" pada alat musik tradisionalnya, yang sangat menyenangkan penonton. Sebagian besar, mereka tampil sebagai duo dengan Matouk menyanyikan nomor Arab diiringi petikan oud Shuqair.

Mereka berkeliling dunia untuk menghibur diri di beberapa acara budaya dan mendidik orang-orang tentang tradisi dan seni kreatif Lebanon, tetapi hingga 10 April, mereka akan berada di Sharjah Heritage Days, tampil di segmen hiburan malam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini