10 Ramadhan 1442

Zubayda dan Proyek Saluran Air Bersejarah di Makkah

Jumat , 02 Apr 2021, 06:49 WIB Reporter :Idealisa masyrafina/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Jalur Zubaida mewakili nilai sejarah yang besar sebagai jalur dan jalur utama untuk ziarah dan perdagangan sejak awal Islam.
Foto : Arab News
Jalur Zubaida mewakili nilai sejarah yang besar sebagai jalur dan jalur utama untuk ziarah dan perdagangan sejak awal Islam.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Darb Zubayda atau Zubayda Overland Route, adalah salah satu rute haji bersejarah yang paling penting yang menghubungkan Makkah dengan Irak, Mesir, dan Al-Andalus.

Selama era Khalifah Umar ibn Al-Khattab, Basra dan Kufah dihubungkan dengan jalur darat yang aman. Jalan itu terus menghubungkan Irak dengan Tanah Suci, yang dikenal sebagai Jalan Kufah-Makkah-Madinah.

Jalan ini digunakan setelah penaklukan Irak dan penyebaran Islam di Timur dan itu berkembang sejak era Kekhalifahan Rashidun.

Semua daerah di mana karavan para jamaah melakukan perjalanan dari Kufah ke Mekah memiliki air yang tersedia, hampir bergantung pada sumur.

Jarak antara Bagdad-Makkah sekitar 750 mil.  Jarak ini diperkirakan menurut ahli geografi, termasuk Ibn Al-Faqeeh, yang menyebutkan bahwa jarak antara Bagdad dan Makkah adalah dua ratus tujuh puluh lima Farsakh dan dua pertiga. 

Jalan tersebut juga mencakup tempat-tempat lain, yang disebut Al-Muta'asha (tempat makan / istirahat), tersebar di antara stasiun-stasiun utama dan juga stasiun pos. Ada lima puluh delapan pos masing-masing dengan pengawas tersedia. 

Nama jalan ini diambil dari Zubayda binti Jafar, istri Khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid untuk amal yang luas di banyak stasiun di sepanjang jalan setapak.

Harun al-Rashid menikahinya pada 165 H / 782 M, dalam sebuah upacara pernikahan bersejarah, pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mahdi di Baghdad.  

Zubayda terkenal karena filantropinya yang luas dan khususnya untuk pekerjaannya di jalan Makkah Irak dan pembangunan saluran air yang membawa air dari akuifer ke Makkah, yang dikenal sebagai mata air Zubayda. Mata air itu masih berjalan hingga saat ini.