3 Syawwal 1442

Otoritas Saudi Pantau Pelanggaran Izin Umroh

Sabtu , 03 Apr 2021, 10:24 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.
Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr. Abdel Fattah bin Suleiman Mashat mengatakan, izin umroh hanya dikeluarkan oleh pemerintah dan harus mendaftar melalui aplikasi Eatmarna. Di luar itu, kata dia, jamaah sholat maupun jemaah umroh dianggap ilegal.

Saat ini, kata dia, banyak ditemukan kasus-kasus jemaah dan jamaah memasuki Masjidil Harom dengan cara ilegal. Mereka pun segera diberitahu telah melanggar atau masuk tanpa izin.

"Koordinasi segera dilakukan dengan pihak berwenang terkait, sambil memberi tahu para pelanggar tentang izin ilegal mereka," kata Mashat dilansir dari Arab News, Sabtu (3/4).

Menurut Mashat, izin hanya didapatkan melalui aplikasi Eatmarna. Melalui aplikasi tersebut, jamaah diberikan waktu khusus berada di masjid namun dengan tetap mematuhi protokol pengendalian penyebaran penyakit virus Corona dan menjaga keselamatan jamaah.

Mashat meminta semua peziarah dan jamaah untuk mendapatkan izin yang tepat dari aplikasi resmi milik kementerian dan menghindari badan tidak resmi yang mengeluarkan izin palsu. Dia juga menekankan perlunya jamaah dan jemaah yang memiliki izin menggunakan fasilitas transportasi yang diatur oleh kementerian.

Pada Jumat (2/4) kemarin, Arab Saudi melaporkan delapan kematian baru akibat Covid-19. Jumlah korban meninggal saat ini mencapai 6.684 orang.

Kementerian Kesehatan juga melaporkan peningkatan kasus baru sebesar 728 kasus. Saat ini kasus covid-19 di 391.325 orang saat ini telah tertular penyakit tersebut. Ada 5.768 kasus aktif, 735 diantaranya dalam kondisi kritis.

Menurut kementerian, 338 kasus baru yang tercatat berada di Riyadh, 114 di Provinsi Timur, 108 di Makkah, dan 44 di Madinah. Selain itu, 404 pasien telah pulih dari penyakit tersebut, sehingga total pemulihan menjadi 378.873 orang.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 15.245.394 tes PCR, dengan 61.083 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Dalam pesan yang diposting di Twitter, Menteri Kesehatan Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengingatkan pentingnya mengikuti tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran penyakit. "Setiap komitmen atau kelalaian dalam berjaga-jaga akan tercermin dalam jumlah kasus harian,” ujarnya.

“Mulailah dengan diri Anda sendiri terlebih dahulu, kemudian orang-orang di sekitar Anda, dengan mematuhi tindakan pencegahan, memakai masker, menjaga jarak sosial, mencuci dan mensterilkan tangan, dan menghindari pertemuan,” tambahnya.

Klinik kesehatan Saudi yang didirikan oleh kementerian sebagai pusat pengujian atau pusat perawatan telah membantu ratusan ribu orang di seluruh Kerajaan sejak merebaknya pandemi virus corona. Di antara pusat pengujian tersebut adalah pusat Taakad dan klinik Tetamman.

Pusat Taakad menyediakan pengujian Covid-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala atau gejala ringan atau yakin mereka telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi. Sementara klinik Tetamman menawarkan perawatan dan saran untuk mereka yang memiliki gejala virus, seperti demam, kehilangan rasa dan bau, dan kesulitan bernapas. Janji untuk salah satu layanan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.

 

widget->kurs();?>