Rabu 07 Apr 2021 14:29 WIB

Pengamat Setuju Seruan Airlangga THR Dibayar Penuh

THR dibayar penuh untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Pengamat Setuju Seruan Airlangga THR Dibayar Penuh. Foto:  Tunjangan Hari Raya/THR (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengamat Setuju Seruan Airlangga THR Dibayar Penuh. Foto: Tunjangan Hari Raya/THR (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi menilai tunjangan hari raya (THR) karyawan tahun ini harus dibayar sepenuhnya. Karena, hal itj untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Penilaian Tadjuddin menanggapi upaya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pengusaha tahun ini berkomitmen untuk membayar penuh THR. Tadjuddin mengatakan dengan THR dibayar penuh akan berdampak luar biasa. 

Baca Juga

"Sehingga daya beli masyarakat jelang lebaran meningkat. Kalau kita dalam keadaan krisis ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah. Dengan demikian akan terjadi perputaran uang," ujar Tadjuddin, Rabu (7/4).

Tadjuddin menerangkan jika THR tidak dibayar penuh terhadap karyawan maka akan membuat gelombang protes dari kalangan buruh. Hal itu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat rendah dan produksi akan menurun.

"Sekarang bisa saja perusahaan yang membayar penuh THR akan mendapatkan insentif. Bisa insentif pajak atau keringanan lainnya," tutur Tadjuddin.

"Yang saya khawatir adalah menjelang lebaran buruh tidak terima THR, mereka protes kemudian demo, produksi perusahaan juga menurun," sambungnya. 

Penting, ucap Tadjuddin, terjadi perputaran ekonomi di kalangan menengah ke bawah. Ketika THR diberikan, maka akan terjadi multiplier effect, sebab terjadi perputaran uang ke pedagang-pedagang kecil.

"Pedagang-pedagang kecil terbantu, UMKM terbantu, multiplier effect tinggi sekali. Itu pandangan dari akademisi seperti saya," terangnya.

Tadjuddin menyarankan agar THR diberikan penuh dua pekan sebelum lebaran. Sehingga dapat meningkatkan perputaran uang di kalangan menengah ke bawah.

"Perusahaan sudah dibantu pemerintah, sekarang bantu karyawannya. Supaya dampaknya kalau persentase angkatan kerja kita di buruh industri kira-kira 15-16 juta orang itu lumayan untuk mempengaruhi daya beli," imbuhnya.

Sebelumnya Airlangga meminta pengusaha tahun ini berkomitmen untuk membayar penuh tunjangan hari raya (THR) karyawan. 

"Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," kata Airlangga dalam pertemuan dengan 24 perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (2/4).

Airlangga meminta tahun ini THR dibayar penuh karena pemerintah dinilai sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Seperti untuk pengusaha sektor pariwisata khususnya hotel, restoran dan kafe (Horeka), pengusaha bisa memanfaatkan fasilitas relaksasi kredit penambahan modal kerja dengan sistem penjaminan yang akan disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement