10 Ramadhan 1442

Pengalaman Umroh Yang Tak Biasa Saat Pandemi

Kamis , 08 Apr 2021, 05:07 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Jamaah umroh bertawaf di sekitar Ka
Foto : Al Arabiya
Jamaah umroh bertawaf di sekitar Ka

Namun, pada akhir Desember, semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari luar negeri wajib melakukan karantina selama lima hari. Mereka bisa karantina di hotel sekitar bandara dengan gratis atau membayar per malam.  

Sekretaris Jenderal KESTHURI, Artha Hanif mengatakan bagi para jamaah yang ingin melakukan umroh saat pandemi harus siap menerima semua risiko.

Sebab, segala hal bisa saja terjadi. Misal, dalam persiapan dokumen sebelum keberangkatan. Ada yang sudah siap dalam hal akomodasi tapi hasil tes usap positif atau hasil tes usap sudah ada tapi visa belum dapat.

“Selain keuangan dan kesehatan, mental juga harus dipersiapkan,” kata Artha.

Pada akhir Januari, jumlah peningkatan kasus Saudi bertambah sehingga pemerintah Saudi menerapkan kebijakan lebih ketat.

Artha menjelaskan ada beberapa kelompok yang tiba di Saudi setelah dites, sekitar 10-15 persen dari mereka positif. Oleh karena itu, pemerintah Saudi menyuruh semua penumpang yang bersamaan dengan jamaah positif agar ditambah masa karantina selama sepuluh hari meskipun mereka memiliki hasil tes usap negatif.

“Alhamdulillah kebijakan tersebut tidak berlanjut karena pada hari kelima orang itu sudah negatif dan bisa melaksanakan ibadah,” ujar dia.