3 Syawwal 1442

Badan Amal Film Muslim Inggris Lawan Stereotipe Muslim

Ahad , 11 Apr 2021, 06:45 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Pekerja industri film (ilustrasi).
Pekerja industri film (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Sebuah badan amal baru diluncurkan di acara FBI (Institut Film Inggris) pekan ini, Rabu (14/4). Keberadaan badan tersebut akan memberikan saran kepada industri hiburan tentang cara mewakili muslim di layar dengan lebih baik.

Dilansir dari The Hollywood pada Sabtu (10/4), didirikan oleh produser dan aktor Inggris, Sajid Varda, Film Muslim Inggris bertujuan menjadi pelabuhan seruan untuk representasi Muslim yang otentik. Apa yang dia dirikan ini, adalah buah dari pengalamannya bekerja bertahun-tahun di dunia industri baik di depan maupun di belakang layar.

"Badan amal ini akan fokus untuk memberi saran kepada industri hiburan tentang cara mewakili Muslim di layar dengan lebih baik, selain itu juga akan membantu mendukung, membina, dan mendanai proyek-proyek dari pendongeng yang baru muncul dan menjadi pelabuhan seruan untuk representasi Muslim yang otentik," kata Varda.

Kurangnya representasi, lanjut Varda, akan berdampak pada jenis cerita yang diceritakan, yang umumnya mengarah ke lebih banyak konten berdasarkan stereotip negatif yang berdampak negatif pada Muslim setiap harinya.  

Menurutnya, banyak kreatif Muslim berbakat dari komunitas Muslim dan dari kelompok lain yang kurang terwakili, yang merasa sulit untuk masuk ke dalam dunia industri.

"Kami ingin mengubah ini. Tujuan kami adalah untuk mendorong pemahaman dan keterlibatan yang lebih besar antara Muslim dan komunitas yang lebih luas, menemukan apa yang menghubungkan kami, dan memberi saran kepada industri tentang keaslian yang lebih baik dalam produksi," tutur Varda, yang dikenal sebagai tokoh Muslim pertama di BBC.

Varda mengatakan bahwa dia terdorong untuk mengubah industri setelah pengalaman membuat film pendek komedi "The Chop" dan menerima banyak penghargaan pada 2015. Serta yang terbaru seperti Black Panther, Crazy Rich Asians dan Netflix's Bridgerton sebagai bukti bahwa penonton menuntut cerita yang beragam.

Ia juga mengaku berterima kasih kepada BFI yang berada di garis depan dalam membawa perubahan yang lebih besar dalam industri dan pencipta Tes Riz, tes kriteria lima poin tentang penggambaran Muslim di layar yang terinspirasi oleh pidato tahun 2017 oleh Riz Ahmed di House of Commons.

"Apa yang kami lakukan di industri layar penting. Citra itu persuasif," tambah kepala inklusi BFI, Jen Smith.

"Kami berkomitmen untuk mendukung organisasi yang membantu mendiversifikasi apa yang kami lihat di layar, dan siapa yang dapat menceritakan kisah mereka dengan mengembangkan industri kami agar lebih inklusif bagi Muslim dan menjelajahi titik-temu dalam komunitas Muslim, kami dapat memanfaatkan lebih banyak pertumbuhan penonton dan global pasar serta kekayaan kreativitas," sambungnya.

 

widget->kurs();?>