29 Ramadhan 1442

Saudi Pimpin Organisasi Kerja Sama Digital

Selasa , 13 Apr 2021, 12:28 WIB Redaktur : Esthi Maharani
Sekjen Organisasi Kerja Sama Digital, Deemah Alyahya
Sekjen Organisasi Kerja Sama Digital, Deemah Alyahya

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi terpilih sebagai presiden Organisasi Kerja Sama Digital (DCO) dan Deemah Alyahya ditunjuk sebagai sekretaris jenderal pertama organisasi tersebut pada Senin (12/4). DCO juga menyetujui aksesi Nigeria dan Oman sebagai anggota pendiri.

Lima anggota pertama DCO adalah Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Pakistan. Sementara tujuh negara anggota merupakan blok ekonomi senilai 2 triliun dolar Amerika dari produk domestik bruto global.

Pertemuan pertama DCO dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Saudi, Abdullah Al-Swaha. Selain itu, acara dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Komunikasi Internasional Houlin Zhao, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Dr. Nayef al-Hajraf, Presiden Forum Ekonomi Dunia Borge Brende, dan perwakilan dari berbagai program PBB.

Dilansir Arab News, Selasa (13/4), pertemuan tersebut menyetujui beberapa inisiatif. Di antaranya meningkatkan koordinasi transfer data, pemberdayaan perempuan, dan promosi usaha kecil dan menengah yang berfokus pada transformasi digital.

DCO bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di antara negara-negara anggota saat mereka beradaptasi dengan ekonomi global yang semakin ditentukan oleh inovasi teknologi. Melalui inisiatif ini, negara-negara anggota dapat menjalin kerja sama yang solid di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, internet untuk segala (IoT), big data, 5G, komputasi awan, dan blockchain yang muncul.

Diperkirakan pada tahun 2025, ekonomi digital global akan bernilai 23 triliun dolar Amerika dengan pangsa produk domestic bruto (PDB) 24,3 persen. Hal ini memberikan DCO peluang besar untuk membangun platform bagi pemuda, wanita, wirausahawan, dan industri asli yang paham teknologi untuk berkembang dan bersaing dan meningkatkan daya saing digital mereka.

Selain itu, negara anggota dapat memanfaatkan keahliannya dan berbagi pengalaman untuk memperkuat upaya persiapan menghadapi krisis global seperti pandemi Covid-19.

BERITA TERKAIT

 

widget->kurs();?>