29 Ramadhan 1442

Teladan dari Doa Nabi Ibrahim Setelah Membangun Ka'bah

Selasa , 13 Apr 2021, 12:58 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Teladan dari Doa Nabi Ibrahim Setelah Membangun Ka'bah. Foto: Ilustrasi Ka'bah di masa lalu.
Teladan dari Doa Nabi Ibrahim Setelah Membangun Ka'bah. Foto: Ilustrasi Ka'bah di masa lalu.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Doa Nabi Ibrahim dan Ismail setelah membangun Ka'bah bisa menjadi teladan umat Islam bagaimana setelah selesai bekerja berdoa. Doa ini Allah abadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 127.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul 'alim."

Yang artinya. "Wahai Tuhan kami, terimalah ketaatan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa kami lagi Maha Mengetahui semua perbuatan kami."

Baca Juga

"Saudaraku. Allah Subhanahu Wata'ala_ memerintahkan kita untuk meneladani bagaimana perjuangan seorang ayah dengan putranya Ismail alaihimas salam dalam menjalankan perintah Allah," kata Ustadz Rafiq Jauhary Pembimbing Ibadah Haji dan Umroh saat menyampaikan tausiyah daringnya, Selasa (13/4).

Ibrahim diperintahkan Allah membangun kembali Kabah sebagai kiblat umat Islam. Atas jasa Ibrahim inilah Makkah menjadi pusat peradaban dan ibadah haji dan umrah.

"Mereka berdua menjalankan misi besar dalam membangun Baitullah Ka'bah yang kemudian menjadi kiblat bagi seluruh ummat Islam," katanya.

Dengan amalan besar yang dijalankannya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak sesumbar, melainkan beliau sangat berharap (ar-raja') agar amal shalihnya diterima Allah; sekaligus juga khawatir (khauf) bila amal shalihnya tidak diterima oleh Allah.

Inilah kata Ustaz Rafiq adab yang harus dimiliki setiap muslim ketika menjalankan suatu amal shalih. Mereka hendaknya memiliki sifat "khauf" dan "raja' sehingga selalu mengiringi setiap amal shalih dengan doa sebagaimana disebut di atas.

"Termasuk dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini hendaknya kita berdoa agar Allah menerima semua amal shalih kita. Amin," katanya.

Doa ini hendaknya dibaca terutama ketika sedang atau setelah menjalankan suatu amal shalih, apapun bentuknya. Menurut Ustadz Rafiq, dengan berdoa seperti ini Insya Allah hati kita terjaga dari sifat ujub, riya' dan sum'ah. 

 

widget->kurs();?>