29 Ramadhan 1442

Mempertahankan Cara Hidup Vegan Selama Ramadhan

Selasa , 13 Apr 2021, 18:47 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
Mempertahankan Cara Hidup Vegan Selama Ramadhan. Foto:    Ilustrasi Ramadhan dan Kedamaian
Mempertahankan Cara Hidup Vegan Selama Ramadhan. Foto: Ilustrasi Ramadhan dan Kedamaian

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian umat Islam, mendamaikan keyakinan agama mereka dengan gaya hidup vegan bisa jadi sulit, karena makan daging adalah bagian dari budaya Muslim. Dalam Islam, mengkonsumsi daging yang telah dihalalkan agama, merupakan bentuk rasa syukur. Inilah sebabnya mengapa sebagian Muslim percaya bahwa menolak apa yang diizinkan oleh firman Tuhan adalah haram, bertentangan dengan keinginan Tuhan.

Tetapi itu tidak berarti menjadi vegan sebagai seorang Muslim tidak dapat dilakukan, terutama karena semakin banyak orang di seluruh dunia yang beralih ke pola makan fleksibel dan nabati. Bahkan ada laporan yang menunjukkan bahwa jumlah Muslim vegan terus meningkat, sebagian karena orang muda semakin khawatir tentang kesejahteraan hewan dan perubahan iklim.

“Kekejaman terhadap hewan tidak sejalan dengan Islam,” seorang wanita Muslim vegan bernama Mara yang dikutip di Livekindly, Selasa (13/4).

 “Tradisi kurban selama Idul Adha dapat mempersulit para vegan Muslim, tapi saya tahu beberapa yang, alih-alih mengorbankan sebuah hewan, akan menggunakan waktunya untuk membantu orang lain atau memberi untuk amal. Dan itulah yang akan saya lakukan juga."

Baca Juga

Pemenuhan nutrisi para vegan selama Ramadhan juga menjadi perhatian, dimana mereka perlu mencari alternatif makanan yang dapat menjadi sumber energi tanpa harus mengkonsumsi daging. Untuk mempertahankan pola makan vegan selama bulan Ramadhan, sangat penting bagi orang-orang untuk memastikan bahwa mereka mengonsumsi makanan dengan banyak protein dan serat. Nutrisi ini khususnya telah terbukti meningkatkan rasa kenyang.

Karena rasa kenyang adalah kuncinya, tidak mengherankan jika banyak makanan Ramadhan vegan dikemas dengan makanan kaya serat seperti lentil dan sayuran segar, serta makanan dengan banyak protein seperti buncis dan tahu.

Bagi Muslim Maroko, dan banyak Muslim lainnya di seluruh dunia, kurma adalah makanan pembuka setiap kali berbuka puasa. Menurut penulis makanan Maroko Christine Benlafquih, tradisi ini bermula dari ajaran agama Nabi Muhammad yang dikutip mengatakan, “Jika salah satu dari kalian berpuasa, dia harus berbuka puasa dengan kurma, tetapi jika dia tidak dapat memperoleh apapun, maka (dia harus membatalkan puasanya) dengan air, karena air itu memurnikan.”

 

 

 

widget->kurs();?>