29 Ramadhan 1442

Sudan, Mesir dan Ethiopia Bahas Sengketa Sungai Nil

Kamis , 15 Apr 2021, 06:03 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Pembangunan Bendungan Grand Renaissance (Bendungan Hidase) di wilayah Benishangul-Gumuz barat Ethiopia pada 6 Desember 2014. Bendungan tersebut akan menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika bila diselesaikan dengan perkiraan biaya $ 4,8 miliar USD.
Pembangunan Bendungan Grand Renaissance (Bendungan Hidase) di wilayah Benishangul-Gumuz barat Ethiopia pada 6 Desember 2014. Bendungan tersebut akan menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika bila diselesaikan dengan perkiraan biaya $ 4,8 miliar USD.

IHRAM.CO.ID, KHARTOUM -- Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok menyerukan pertemuan tripartit antara dirinya dengan rekan-rekan sejawatnya dari Ethiopia dan Mesir untuk menyelesaikan sengketa mengenai Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD).

Menurut Dewan Menteri Sudan, pertemuan antara tiga perdana menteri akan diadakan dalam 10 hari ke depan.

"PM Sudan Hamdok telah mengirim undangan ke PM Ethiopia Abiy Ahmed dan PM Mesir Mustafa Madboli untuk pertemuan tripartit sesuai dengan Pasal 10 deklarasi prinsip yang ditandatangani antara ketiga negara pada 2015," kata dewan dalam sebuah pernyataan.

Peta Sungai Nil

Keterangan foto: Peta Sungai Nil.

Dalam undangannya, Hamdok menekankan bahwa negosiasi telah menemui jalan buntu, meskipun pembangunan bendungan telah mencapai tahap lanjutan.

"Kita harus segera menemukan solusi sebelum pengisian bendungan tahap kedua," ujar Hamdok.

"Karena negosiasi baru-baru ini di DRC gagal mencapai terobosan, Sudan menyerukan pertemuan tertutup antara pimpinan tiga negara," kata dia lagi.

Sudan telah berulang kali memperingatkan bahwa pengisian tahap kedua tanpa persetujuannya akan membahayakan keamanan Bendungan Roseires Sudan dan nyawa orang-orang yang tinggal di daerah sekitarnya.

 

 

 

widget->kurs();?>