29 Ramadhan 1442

Temuan di Spanyol Ungkap Cara Masakan Muslim Bertahan

Sabtu , 17 Apr 2021, 05:46 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Granad
Foto : the Conversation
Granad

IHRAM.CO.ID, MADRID – Granad, wilayah Spanyol Selatan adalah sisa terakhir peninggalan Islam yang dikenal sebagai al-Andalus. Dahulu, wilayah tersebut terbentang di sebagian besar Spanyol dan Portugal. Sayangnya pada tahun 1492, al-Andalus jatuh ke tangan Katolik yang berdampak pada penduduk asli beragama Islam.

Setelah satu dekade kebijakan agama semakin tidak bersahabat dari rezim Katolik yang baru, praktik tradisi dan ritual Islam dilarang. Akan tetapi, penggalian arkeologi terbaru di Granada mengungkapkan bukti praktik makanan Muslim yang dilakukan secara rahasia selama beberapa dekade setelah penaklukan.

Pada tahun 1502 istilah Morisco terkenal yang merujuk pada Muslim pribumi yang dipaksa pindah agama ke Katolik. Ini menyusul dekrit yang dikeluarkan oleh Crown of Castile. Dekrit serupa dikeluarkan di Kerajaan Navarre dan Aragon pada dekade berikutnya yang memicu pemberontakan bersenjata. Akibatnya, Muslim telah diusir dari Portugal pada akhir abad ke-15. Ini mengakhiri lebih dari delapan abad budaya Islam di Iberia.

Bagi banyak orang, penaklukan Granada dilambangkan dengan Alhambra. Benteng di puncak bukit yang pernah menjadi kediaman megah para penguasa Nasrid Islam berubah menjadi istana kerajaan di bawah rezim Katolik yang baru. Sekarang, arkeologi memberi kita peluang baru untuk melihat sekilas dampak penaklukan terhadap komunitas Andalusi setempat, jauh di luar tembok Alhambra.

Penggalian menjelang pembangunan di kampus Universitas Granada di Cartuja menemukan jejak aktivitas manusia yang berasal dari periode Neolitik (3400-3000 SM). Antara abad 13 hingga 15 M, masa kejayaan Granada Islam, banyak cármenes (rumah kecil dengan kebun dan kebun buah) dan almunias (istana kecil milik elit Nasrid) dibangun di atas bukit ini.

Kemudian dalam beberapa dekade setelah penaklukan Katolik, sebuah biara Carthusian dibangun di sini. Sekitar  biara tersebut berubah karena banyak bangunan yang dihancurkan. Para arkeolog juga menemukan sebuah sumur yang melekat pada sebuah rumah dan lahan pertanian. Sumur tersebut digunakan sebagai tempat pembuangan sampah untuk pembuangan bahan konstruksi yang tidak diinginkan. Limbah lain pun ditemukan, termasuk koleksi unik tulang hewan yang berasal dari kuartal kedua abad ke-16.