27 Ramadhan 1442

Pulau Berhala Diyakini Mampu Jadi Alternatif Wisata Bahari

Selasa , 20 Apr 2021, 01:05 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Pulau Berhala Diyakini Mampu Menjadi Alternatif Wisata Bahari. Foto aerial Pulau Berhala di perairan Selat Malaka, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020). Pulau Berhala merupakan satu dari 12 pulau terluar Indonesia yang mendapatkan status perhatian khusus karena berbatasan langsung dengan wilayah negara Malaysia dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.
Pulau Berhala Diyakini Mampu Menjadi Alternatif Wisata Bahari. Foto aerial Pulau Berhala di perairan Selat Malaka, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020). Pulau Berhala merupakan satu dari 12 pulau terluar Indonesia yang mendapatkan status perhatian khusus karena berbatasan langsung dengan wilayah negara Malaysia dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

IHRAM.CO.ID, SEIRAMPAH -- Pemkab Serdang Bedagai, Sumatra Utara akan memaksimalkan pengelolaan potensi Pulau Berhala sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi wisata bahari.

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya optimistis pulau terluar yang dimiliki Serdang Bedagai itu mampu menjadi alternatif destinasi wisata bahari dan menjadi unggulan bagi Provinsi Sumatra Utara.

"Bukan hanya mendatangkan wisatawan saja, dengan pengelolaan yang maksimal tentu akan menjadi sumber pendapatan daerah. Pengelolaan Pulau Berhala kali ini haruslah lebih baik dari sebelumnya," katanya, Senin (19/4).

Ia menyebut, sebagai tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya dengan pihak KKP, maka tahapan awal dari rencana ini adalah dengan melakukan sertifikasi terhadap areal yang sudah dibagi ke dalam masing-masing fungsi. Sertifikasi ini juga merupakan respons terhadap amanat Presiden RI Joko Widodo agar pulau-pulau kecil dan terluar ditata kembali dan dilakukan sertifikasi.

Baca Juga

Selain itu, tujuan dari sertifikasi itu supaya tidak ada penguasaan oleh pihak swasta maupun perorangan terhadap Pulau Berhala, dan bila Pemkab Sergai ingin mengelolanya bisa disesuaikan dengan pemanfaatan dan regulasi yang ada.

"Pulau Berhala ini akan dikelola sehingga harus ditetapkan batas-batas pengelolaanya, mana yang akan dikelola oleh Pemkab Serdang Bedagai, TNI, pihak Navigasi serta mana yang akan menjadi kewenangan KKP RI," katanya.

Sebelumnya Dan Satrol Laut Lantamal Belawan Kol Laut Hendro Sugiharo menegaskan nilai strategis Pulau Berhala sebagai titik pengukuran garis batas pulau terluar. Rencana pengelolaan Pulau Berhala oleh Pemkab Sergai dan KKP RI tentu pada akhirnya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.

Namun, perlu diperhatikan juga beberapa pengembangan sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang pengelolaan tersebut, terutama untuk sektor pariwisata. Salah satu yang terpenting adalah akses komunikasi yang memadai harus tersedia.

Selanjutnya, penentuan letak dermaga yang harus strategis dengan memerhatikan kondisi pulau. "Lalu tidak kalah pentingnya adalah perihal konservasi penyu. Jangan sampai konservasi ini dikorbankan dengan adanya agenda pariwisata," katanya.

 

widget->kurs();?>