Otoritas Saudi Tingkatkan Upaya Kekang Covid-19

Selasa , 20 Apr 2021, 09:39 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksinasi Covid-19 di Arab Saudi.
Vaksinasi Covid-19 di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Di tengah meningkatnya penghitungan harian konfirmasi kasus Covid-19 di Kerajaan, pihak berwenang telah mempercepat upaya untuk memastikan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan kesehatan. Kementerian Kesehatan mengumumkan 970 kasus baru di Kerajaan, Senin (19/4). Wilayah Riyadh berada di posisi teratas dengan 438 infeksi.

 

Terkait

Dilansir di Arab News, Selasa (20/4), posisi berikutnya ditempati Makkah dengan 227 kasus, Provinsi Timur melaporkan 131 kasus, serta wilayah Madinah dengan 37 kasus baru. Wilayah dengan jumlah kasus terendah adalah Najran (8 kasus), Al-Jouf (4 kasus) dan Al-Baha (3 kasus).

Jumlah kasus di Kerajaan saat ini mengalami kenaikan menjadi 405.940. Dengan adanya 896 pemulihan baru, jumlah orang yang pulih dari penyakit tersebut meningkat menjadi 389.598 sejak awal wabah. Kementerian juga melaporkan 11 kematian baru akibat Covid-19.

Jumlah kasus aktif di Kerajaan saat ini mencapai 9.508 pasien dengan 1.087 kasus dalam kondisi kritis. Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammad Al-Abd Al-Aly, lebih dari setengah kasus tersebut adalah orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.

Kerajaan juga berupaya memberikan vaksinasi bagi masyarakatnya dengan kecepatan sekitar 1,44 orang / detik, atau 124.661 orang setiap hari. Saat ini, lebih dari 7 juta vaksin telah diberikan.

Di sisi lain, Kementerian Urusan Islam mengatakan dalam 11 pekan terakhir, tim khususnya melakukan lebih dari 230.000 tur inspeksi ke berbagai masjid di Kerajaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah keamanan diikuti.

Dari inspeksi tersebut, total terdeteksi 143 pelanggaran. Tindakan tegas yang diperlukan telah diambil untuk mengatasi masalah tersebut dan menghukum para pelanggar.

Kotamadya Taif juga dilaporkan melakukan lebih dari 2.600 tur inspeksi tempat komersial selama Ramadan.  Tim lapangan kotamadya menargetkan lokasi yang diproyeksikan terdapat aktivitas tinggi selama Ramadhan, seperti restoran, toko roti dan toko permen Arab.

Sementara itu, tim lapangan di Jeddah juga melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes). Otoritas menutup 36 lokasi karena tidak mematuhi pedoman anti-Covid.

Pemerintah kota Jeddah mengumumkan timnya telah melakukan 4.049 kunjungan lapangan di 19 sub-kotamadya dan 15 kotamadya gubernur. Demikian pula, di Tabuk, 58 perusahaan komersial ditutup karena tidak menerapkan tindakan anti-virus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini