27 Ramadhan 1442

Yanbu, Kota di Saudi dengan Nol Kasus Kematian Lalu Lintas

Kamis , 22 Apr 2021, 02:50 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Kota Yanbu, Arab Saudi
Kota Yanbu, Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, YANBU – Sepanjang tahun 2019, kota Yanbu di Arab Saudi mencatat angka kematian nihil dalam kecelakaan lalu lintas. Pencapaian tersebut bisa dikatakan unik di antara kota-kota di Saudi yang mencatat angka kematian lalu lintas yang tinggi. Terletak di pesisir Laut Merah, Yanbu merupakan kota industri dan pelabuhan serta dihiasi taman yang indah.

Episode terbaru program “Seen” di saluran MBC menyoroti pencapaian Yanbu dalam mencapai tingkat kematian nol kecelakaan lalu lintas. Presenter program tersebut, Ahmed al-Shugairi mengungkapkan jumlah total kematian lalu lintas di Yanbu pada 2014 adalah 36. Angka tersebut kian menurun pada tahun berikutnya, tahun 2015 menjadi 21 dan 2016 menjadi 14.

Al-Shugairi menyoroti tindakan yang diambil oleh otoritas lokal guna menurunkan kecelakaan lalu lintas. Misal, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah keselamatan lalu lintas. Semua upaya itu sukses dalam menurunkan tingkat kematian sampai ke tingkat nihil kasus.

Dia mencatat menggunakan ponsel saat mengemudi adalah salah satu alasan utama kecelakaan. Selain itu, dia juga berbicara tentang bahaya kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia, mengingat ada beberapa negara yang berhasil mengurangi kematian akibat kecelakaan lalu lintas seperti Swedia, Norwegia, dan Singapura.

“Kebut-kebutan yang berlebihan dapat menyebabkan sepertiga dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia,” kata Al-Shugairi sambil mengutip laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dilansir Saudi Gazette, Rabu (21/4).

Menurut WHO, risiko kecelakaan meningkat bila pengemudi laki-laki dan muda dan kecelakaan di jalan raya tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di kalangan anak muda antara usia 15 dan 29 tahun. Biaya material dari kecelakaan di jalan raya diperkirakan mencapai tiga hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB) dan menyebabkan banyak keluarga jatuh ke dalam kemiskinan.

 

widget->kurs();?>