Kamis 22 Apr 2021 04:50 WIB

Pramusaji di Restoran Arab Ini Gunakan Tenaga Robot

Sebanyak enam asisten robot beroperasi di restoran pusat kota Saudi

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani
Robot pramusaji
Foto: Arab News
Robot pramusaji

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Ketika memesan makanan di restoran, mungkin sebagian dari kita pernah mendapatkan pesanan yang salah karena kesalahan pelayan. Hal ini tidak akan terjadi di Restaurant Robot di Jazan, Arab Saudi sebab para pramusaji yang bekerja bukanlah manusia, tetapi robot yang menggunakan kecerdasan buatan yang canggih.

Sebanyak enam asisten robot beroperasi di restoran pusat kota untuk mengantarkan nampan hidangan Asia kepada pelanggan. Sistem ini awalnya disiapkan sebagai tindakan mengurangi kontak manusia selama pandemi virus corona. Tetapi akhirnya, ternyata berhasil menarik perhatian pengunjung.

Sistem ini dirancang oleh insinyur muda Arab Saudi, Reham Omar. Interior restoran dilengkapi dengan sensor yang ditempatkan secara strategis dan memungkinkan robot untuk bergerak dan membawa makanan ke pelanggan.

"Berkat sensor, robot dapat merasakan apapun yang berdiri di dekat mereka. Memungkinkan mereka berhenti berjalan atau mengubah rute yang sesuai," kata Omar, dilansir di Arab News, Rabu (21/4).

Ia menjelaskan, setiap robot memiliki peta interior restoran dan lokasi setiap meja yang diprogram ke dalam memori mereka. "Saat robot mencapai meja yang ditargetkan, pelanggan dapat mengambil makanan mereka dan memerintahkan robot untuk pergi," kata dia menambahkan.

Omar mengatakan, ide tersebut dikembangkannya dengan memanfaatkan pengalaman negara lain. Dukungan dari pemerintah Arab Saudi untuk industri makanan ini pun didapatkan, sehingga proyek ini bisa berjalan.

Ia pun mengungkapkan kebangaannya atas proyek yang dilakukan dirinya ini. Menurutnya, banyak pelanggan menyukai robot dan terkesan dengan ide pramusaji tanpa tenaga manusia ini.

"Budaya sedang berubah, dan orang-orang sekarang sangat ingin menemukan teknologi baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement