Jawaban Nabi Muhammad Terhadap Keluhan Ali Saat Haji

Senin , 26 Apr 2021, 08:37 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Jawaban Nabi Muhammad Terhadap Keluhan Ali Saat Haji. Foto:   Suasana kehidupan suku Quraisy di Makkah, masa lalu. (liustrasi)
Jawaban Nabi Muhammad Terhadap Keluhan Ali Saat Haji. Foto: Suasana kehidupan suku Quraisy di Makkah, masa lalu. (liustrasi)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Keberangkatan Nabi Muhammad SAW untuk beribadah haji, selain diikuti oleh kaum Muslim para istri beliau juga disertai oleh putri tercinta beliau Fatimah Al-Zahra Putri keempat dan termuda pasangan suami istri Rasulullah SAW dan Khadijah binti Khuwalaid. Ia lahir pada, Selasa 20 Jumada Al-Tsaniyah tahun pertama kenabian, atau 13 Juli 609 M, di Makkah. 

 

Terkait

"Ibunda al-Hasan Ibn Ali dan Husein bin Ali ini dikatakan sebagai pemimpin kaum perempuan di surga," kata Syekh Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya Pesona Ibadah Haji, Shalat, Zakat, Puasa, Haji.

Baca Juga

Fatimah merupakan perempuan yang menurunkan anak keturunan beliau berhijrah ke Madinah bersama Ali Bin Abi Thalib atau Zaid ibn Haritsah. Dia menikah dengan khalifah keempat dalam sejarah Islam itu sesuai Perang Badar . 

"Ketika Ali bin Abu Thalib meminangnya, Rasulullah SAW langsung menanyakan kepada putrinya," katanya.

Syekh Ahmad mengatakan, ketika itu Fatimah diam seribu bahasa. Diamnya wanita, menurut hukum Islam adalah tanda setuju. Untuk dinikahkan kepada Fatimah, Ali ketika itu tidak mempunyai apa-apa selain baju perang,  sepotong kulit domba, dan sepotong pakaian. 

"Lantas Ali Ibn Abu Thalib menjual baju perangnya, dan uangnya diberikan kepada Fatimah sebagai mahar," katanya.

Acara pernikahan mereka sangat sederhana, tanpa kebesaran pertunjukan dan upacara.  

Saat itu, Ali bin Abu Thalib sedang berada di perjalanan pulang dari Yaman. Dia berada di sana sejak Ramadhan bersama 300 Orang prajurit berkuda, untuk mengajak warga negeri untuk memeluk Islam. Ia baru kembali pada akhir Dzulqodah dan langsung menuju Makkah untuk bergabung dengan Rasulullah SAW dan kaum muslimin yang akan menunaikan ibadah haji. 

Setibanya di Kota Suci itu dia segera menemui sang istri yang sedang berihram dengan mengenakan busana berwarna warna-warni  dan bercelak mata.

Melihat hal itu dia berupaya melarang istri melakukan hal demikian "Ayah kuadrat dengan." Jawa Fatimah Az-Zahra menjaga diri.

Merasa kurang yakin dengan jawaban sang istri, Ali Bin Abu Thalib pun menemui Rasulullah SAW dan mengeluhkan tentang busana berwarna warni yang dikenakan sanksi istri titik menerima keluhan sang menantu beliau pun menjawab "Fatimah benar! Fatimah benar!.