4 Syawwal 1442

Pendapatan Minyak Tak Cukup Tutupi Kebutuhan Saudi

Rabu , 28 Apr 2021, 10:10 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengajak Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani berkeliling kota bersejarah Al Ula
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengajak Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani berkeliling kota bersejarah Al Ula

IHRAM.CO.ID, RIYADHc-- Pendapatan minyak Arab Saudi saja dikatakan sudah menjadi tidak cukup untuk menutupi kebutuhan populasi yang terus bertambah.

Fakta ini yang diakui Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan menjadi kekuatan pendorong di balik rencana Visi 2030 negara untuk mendiversifikasi ekonomi.

Putra Mahkota berbicara selama wawancara yang disiarkan secara nasional di Arab Saudi pada peringatan lima tahun peluncuran Vision 2030.

“Kami beralih dari populasi dua menjadi tiga juta, menjadi hampir 20 juta orang Saudi sejak penemuan minyak,”katanya dilansir dari Alarabiya, Rabu (28/4).

“Jadi, pendapatan minyak sekarang hampir menutupi kebutuhan dan cara hidup yang biasa kita lakukan sejak 1960-an, 70-an, 80, dan 90-an. Tapi jika kita melanjutkan jalur lama yang sama, tidak diragukan lagi bahwa dengan pertumbuhan populasi, hal itu akan memengaruhi kita dalam 20 atau 10 tahun ke depan pada kualitas hidup yang biasa kita lakukan selama 50 tahun terakhir, ” tambahnya.

Putra Mahkota muncul di acara Liwan Al Mudaifer membahas perkembangan rencana Visi 2030. Ini adalah ulang tahun kelima dari rencana tersebut, yang bertujuan untuk mengubah Kerajaan dan mempersiapkannya untuk era pasca-hidrokarbon.

Dia juga berbicara tentang rencana untuk mengurangi persentase pajak pertambahan nilai (PPN) di Arab Saudi. Ia menyebut keputusan untuk memberlakukan kenaikan tarif itu menyakitkan yang harus dia hentikan secara pribadi.

 “Langkah ini menyakitkan bagi saya secara pribadi karena saya tidak ingin mempengaruhi atau merugikan warga negara Saudi dalam bentuk apa pun. Tugas utama saya adalah menjamin dan membangun masa depan warga negara dalam jangka panjang, untuk 20-30 tahun mendatang, "kata Pangeran Mohammed.

Kerajaan meningkatkan tarif PPN tiga kali lipat pada 1 Juli tahun lalu, ketika pihak berwenang menanggapi dampak ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pandemi virus Corona.

Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan Saudi baru-baru ini meninjau apa yang telah dicapai sejauh ini oleh rencana Visi Kerajaan 2030 lima tahun setelah peluncurannya. 

Rencana tersebut difokuskan selama lima tahun pada pembangunan dan pemberdayaan infrastruktur, pembangunan struktur kelembagaan legislatif, penetapan kebijakan publik, serta inisiatif pemberdayaan. 

Dewan tersebut meninjau langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan kualitas hidup warga Arab Saudi, termasuk beberapa inisiatif yang diambil untuk menjadikan Kerajaan sebagai tujuan global terkemuka. 

Pencapaiannya termasuk memfasilitasi akses ke layanan kesehatan darurat dalam empat jam dengan kecepatan lebih dari 87 persen, dibandingkan dengan 36 persen sebelum peluncuran Vision 2030. ini untuk  mengurangi angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya setiap tahun menjadi 13,5 kematian per 100.000 orang dari 28,8 kematian per 100.000 orang.  

Sejak peluncuran Visi Saudi 2030, laju aliran investasi asing keluar Kerajaan telah menurun sebesar 58 persen sejak 2015.

Sementara aliran investasi asing langsung ke Arab Saudi telah tumbuh mencapai 17,6 miliar riyal, meningkat 331 persen dari 5,3 miliar riyal.

Inisiatif ini juga termasuk peluncuran proyek yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, menyediakan lapangan kerja dan menarik investasi internasional, antara lain proyek NEOM, Qiddiya, dan Laut Merah. 

 

widget->kurs();?>