4 Syawwal 1442

Turki: Biden Punya Agenda Soal Tuduhan Genoside Armenia

Rabu , 05 May 2021, 09:56 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Para pengungsi Armenia pada konflik 1915.
Foto : google.com
Para pengungsi Armenia pada konflik 1915.

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Pengakuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden soal peristiwa 1915 sebagai genosida didasari karena dua alasan; politik dalam negeri dan deklarasinya bahwa Washington akan kembali ke panggung internasional, kata wakil presiden Turki, Sabtu.

"Saya kira dia mencoba menggunakan klaimnya sebagai alat. Saya sangat yakin bahwa dua alasan ini adalah awal yang salah baginya dan untuk kebijakan luar negeri AS," kata Fuat Oktay seperti dilansir Anadolu Agency.

Pernyataan Biden yang menyebut peristiwa 1915 sebagai "genosida" pada 24 April, melanggar tradisi yang sejak lama dipegang oleh presiden Amerika untuk tidak menggunakan istilah tersebut.

Oktay menegaskan bahwa klaim Biden harus didasarkan pada fakta sejarah dan bukti.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pernyataan Biden "tidak berdasar, tidak adil, dan bertentangan dengan fakta tentang peristiwa menyakitkan yang terjadi lebih dari seabad lalu".

Oktay juga menyayangkan komunitas internasional yang mengabaikan desakan Turki untuk membentuk komisi internasional untuk memeriksa arsip sejarah.

"Hanya karena lobi, hanya karena janji yang dibuat untuk orang-orang Armenia, Anda tidak bisa membuat keputusan sepihak dan mengklaim sebuah negara bertanggung jawab atas genosida," tegas wapres.

“Istilah genosida sendiri bukanlah kata yang mudah digunakan oleh siapa pun. Jika kata genosida harus digunakan, itu harus digunakan untuk Amerika Serikat, bukan untuk Turki,” kata dia lagi.