Rabu 05 May 2021 16:23 WIB

Santripreneur Indonesia Gelar Pelatihan Bisnis di Magelang

Kegiatan itu dibarengi dengan peluncuran Gerobak UMKM mie ayam.

Suasana pelatihan bisnis dan peluncuran gerobak UMKM mie ayam yang diadakan oleh Santripreneur Indonesia di Magelang, Rabu (5/5).
Foto: Dok santripreneur Indonesia
Suasana pelatihan bisnis dan peluncuran gerobak UMKM mie ayam yang diadakan oleh Santripreneur Indonesia di Magelang, Rabu (5/5).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Santripreneur Indonesia menggandeng Bank BNI menyelenggarakan pelatihan dan peluncuran gerobak UMKM mie ayam di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 30 orang santripreneur Kabupaten Magelang yang terpilih dari 100 pendaftar berhak mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Trio Front One Magelang, Rabu  (5/5).

Inisiator Santripreneur Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo atau yang akrab dipanggil Gus Ut  mengatakan,  Santripreneur Indonesia memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia serta ada cabang Santripreneur Indonesia di 18 negara. Santripreneur Indonesia memberikan rencana bisnis  bagi masyarakat sehingga tidak ada masyarakat yang menjadi pengangguran.

“Santripreneur Indonesia menjalin networking dan kolaborasi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Santripreneur Indonesia bergerak dari kita untuk kita sendiri,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Gus Ut menambahkan, seluruh peserta pelatihan akan diberikan peluang bisnis UMKM berupa mie ayam yang sudah dikembangkan oleh Santripreneur Indonesia. Hanya dengan modal Rp  2,5 juta peserta sudah bisa membuka bisnis mie ayam.  Kalapun mereka  tidak memiliki modal, Santripreneur Indonesia akan menjembatani dengan BNI untuk pengajuan PKBL atau KUR Mikro.

photo
Inisiator Santripreneur Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo atau yang akrab dipanggil Gus Ut (kanan) dan Andi Muzakir, pemimpin BNI Kantor Cabang Magelang. (Foto: Dok Santripreneur Indonesia)

Andi Muzakir, pemimpin BNI Kantor Cabang Magelang, menyampaikan bahwa peserta dapat memanfaatkan BNI untuk mendukung perkembangan bisnisnya melalui produk-produk yang dimiliki oleh BNI.

“Teman-teman peserta dapat memanfaatkan KUR jika terkendala modal untuk mengembangkan bisnisnya dengan sistem bagi hasil  enam persen  pertahun. Atau teman-teman bisa membuka  Agen46 untuk menambah penghasilan peserta melalui fee yang didapatkan,” tutyurnya.

Materi tentang digital marketing disampaikan oleh Dewan Penyelaras Ilmu Santripreneur Indonesia, Dr Ir  Sudjadmogo MSc. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 13.00 dan diakhiri dengan berbuka puasa bersama sekaligus mencicipi produk mie ayam Santripreneur Indonesia. “Kegiatan dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan,” ujar Gus Ut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement