Hajar Aswad Pernah Dicuri dari Masjidil Haram Puluhan Tahun

Rabu , 05 May 2021, 21:40 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Hajar Aswad dicuri kaum Qarmatian pimpinan Abu Tahir Al Qarmati. Foto Hajar Aswad
Hajar Aswad dicuri kaum Qarmatian pimpinan Abu Tahir Al Qarmati. Foto Hajar Aswad

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Hajar Aswad yang berada di Kabah merupakan batu hitam yang diturunkan dari surga. Itu bukan batu biasa. Saat ritual haji dan umroh, umat Muslim dari seluruh dunia mencoba menciumnya. Demi melindunginya, Hajar Aswad disimpan dalam bingkai perak.

 

Terkait

Meski dijaga dengan ketat, Hajar Aswad pernah dicuri dari Makkah selama 23 tahun. Qarmatian mencurinya pada Januari 930. Batu itu dicuri dan dibawa ke markas, sekarang Bahrain oleh pemimpin Qarmatian, Abu Tahir Al Qarmati.

Baca Juga

Abu Tahir al-Qarmati adalah penguasa Qarmati dari Bahrain kuno. Saudaranya Abu Saʿid Hasan ibn Bahram Al Jannabi adalah pendiri negara Qarmatian. Abu Tahir Al Qarmati menjadi pemimpin pada 923. 

Dia menyerbu Basra pada 923 dan Kufah pada 927. Dia juga mengancam akan mengambil alih Baghdad dan merampok sebagian besar Irak. Banyak yang menganggap, Abu Tahir Al Qarmati sebagai pemimpin yang damai.

Bagaimana Hajar Aswad bisa dicuri?

Dilansir About Islam, Rabu (5/5), pada 930, pemimpin Qarmatian menjalani rencana yang mengerikan yakni menyerang Makkah. Saat pertama kali tiba di kota, dia tidak diizinkan masuk. Agar bisa masuk, dia mengambil sumpah damai yang bisa menjamin keberadaannya tetap membawa kedamaian.

Sayangnya, dia tidak menepati janjinya. Semua yang dia lakukan sama sekali tidak damai. Pada hari pertama haji, kaum Qarmati menyerang Makkah. Tentara Qarmati datang dengan kuda mereka dan memasuki Masjidil Haram.

Mereka mulai membantai para peziarah dengan brutal. Ada sekitar 30 ribu jemaah haji tewas saat mereka shalat di sekitar Kabah. Orang-orang Qarmati mengejek para peziarah dengan ayat-ayat Alquran saat mereka dibunuh.

Mereka menjarah Kabah, menghancurkan gedung-gedung, rumah-rumah, budak-budak disita, dan mayat-mayat peziarah dilempar ke dalam sumur Zamzam. Sementara mayat lainnya dibiarkan di jalan-jalan membusuk.

Abu Tahir mengambil Batu Hitam itu dan menahannya. Kemudian dia membawa Hajar Aswad ke Masjid Al Dirar agar bisa ditempatkan di sana. Dia ingin orang-orang dapat menjalankan ibadah haji di Masjid Al Dirar. Namun, Allah berkata lain. Dia tidak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan.

Abu Tahir meninggal dalam kematian yang paling mengerikan. Tubuh dan dagingnya dimakan oleh cacing. Hajar Aswad diambil 23 tahun kemudian dengan membayar uang tebusan yang sangat besar. Abbasiyah harus membayar sejumlah besar uang untuk mendapatkannya kembali. 

 

Sumber: aboutislam  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini