Dialog Abu Thufail dan Ibnu Abbas Soal Haji

Ahad , 09 May 2021, 16:01 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Dialog Abu Thufail dan Ibnu Abbas Soal Haji. Foto: Ilustrasi haji
Dialog Abu Thufail dan Ibnu Abbas Soal Haji. Foto: Ilustrasi haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Suatu ketika, Abu Thufail bertemu dengan Abdullah Ibn al-Abbas, seorang sahabat yang dikenal sebagai pakar Tafsir Alquran. Saudara sepupu Rasulullah SAW ini juga ikut serta dalam ekspedisi militer ke Mesir, Jurjan, Tabaristan dan juga ekspedisi ke Konstantinopel di bawah komando Yazid bin Muawiyah dan Abdullah Ibn Umar pada masa pemerintahan Umar Ibm al- Khattab.

 

Terkait

"Meski ekspedisi ini gagal," kata Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya Pesona Ibadah Nabi.

Baca Juga

Pada saar itulah, ketika Utsman bin Affan menjelang wafatnya Abdullah Ibn al-Abbas ditunjuk sebagai pemimpin ibadah haji. Betapa gembiranya Abu Thufail bisa bertemu dengan pakar Tafsir Alquran itu. Kesempatan itu dia gunakan untuk menanyakan sesuatu yang telah lama memenuhi benaknya.

"Wahai Abdullah Ibn al-Abbas! Ada sebuah pertanyaan yang sebenarnya sejak lama ingin aku tanyakan kepada mu."

"Tahukah engkau apakah berlari kecil tiga kali putaran pertama di Baitullah dan berjalan biasa empat kali putaran terakhir ketika seseorang melakukan tawaf merupakan ajaran Rasulullah SAW?"

"Pertanyaan ini aku Kemukakan karena banyak khalayak ramai yang berpendapat demikian," tanya Tufail

Ibn Abbas menjawan dengan santai, "Mereka memang benar, tetapi juga salah."  jawab Abbas yang ikut serta menandatangani perjanjian Shiffin itu.

"Aku tak mengerti maksudmu! Apakah maksud mereka benar kamu tetapi mereka juga salah?" Tanya Abu Thufail lebih lanjut karena kebingungan dengan jawaban Abdullah Ibn al-Abbas.

Abdullah Ibn al-Abbas menerangkan suatu saat, Rasulullah SAW datang ke Makkah. Lalu orang-orang musyrik mengatakan bahwa beliau dan para sahabatnya tidak bisa melakukan tawaf di Baitullah karena lemah. Orang-orang musyrik itu dengki kepada beliau, maka beliau pun memerintahkan kepada para sahabat agar berlali kecil pada tiga kali putaran pertama dan berjalan biasa dalam empat kali putaran terakhir dalam melakukan tawaf, "jawab Abdullah Ibn al-Abbas."

Abu Thufail pun kembali bertanya lagi.

"Ada sebuah pertanyaan lain yang juga ingin kutanyakan kepadamu: Apakah melakukan Sa'i antara Shafa dan Marwah dengan naik hewan tunggangan juga merupakan ajaran Rasulullah SAW?" Aku lihat, banyak di antara kalayak berpendapat demikian" tanya Abu Thufail lebih jauh.

"Abu Thufail! Mereka memang benar tetapi juga salah! "Jawab Abdullah Ibn Abbas"

"Aku tidak mengerti maksud jawabanmu itu" ucap Abu Thufail dengan agak jengkel dan tidak senang dengan jawaban yang membingungkan itu.

" Abu Thufail! Suatu saat, Rasulullah SAW dikerumuni oleh khalayak ramai, sambil mengerumuni beliau, mereka mengatakan 'Inilah Nabi Muhammad SAW! Inilah Nabi Muhammad SAW! Karenanya, perempuan-perempuan pun keluar dari rumah. Saat itu beliau sedang melakukan Sa'i antara Shafa dan Marwa. Ketika orang-orang yang mengerumuni beliau semakin membludak, beliau pun melakukan Sa'i dengan naik hewan tunggangan. Namun Sai dengan berjalan dan berlari kecil yang lebih utama." Jawab Abdullah Ibn al-Abbas.