Haidar Aliyev : Bapak Pendiri Azerbaijan Kontemporer

Senin , 10 May 2021, 05:20 WIB Reporter :ferginadirabach/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Haidar Aliyev, pendriri Azerbaijan moden
Haidar Aliyev, pendriri Azerbaijan moden

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Di Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev pada Jumat (7/5) menceritakan tentang pemimpin nasional Azerbaijan Haidar Aliyev atau H Aliyev. Dia merupakan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa hingga memegang tempat khusus dalam sejarah negara tersebut.

 

Terkait

10 Mei merupakan peringatan hari lahir Bapak pendiri Azerbaijan kontemporer. H Aliyev lahir di Nakhchivan pada 10 Mei 1923. Sebagai seorang politisi dan tokoh masyarakat, H Aliyev menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin nasional bahkan di masa tersulit.

"Beliau mendapatkan kepercayaan rakyatnya dan meletakan dasar bagi sebuah negara dengan perkembangan ekonomi yang kuat," ujar Dubes Mirzayev.

Rakyat Azerbaijan sangat menghargai dan mengejawantahkan ide-ide dan karya-karya H. Aliyev yang menentukan masa depan Azerbaijan. "Beliau menciptakan tonggak sejarah modern negara dan akan tetap bersama kita sealmanya melalui ide-idenya." ujar Dubes.

H Aliyev berpartisipasi dalam proses sejarah yang paling kompleks dan kontradiktif tanpa kehilangan kendali diri dalam situasi sulit. Dia juga menghargai perubahan geopolitik yang dapat mempengaruhi orang secara dramatis.

Dalam sejarahnya, Dubes Mirzayev menuturkan bahwa H Aliyev menjadi Wakil Ketua Komite Keamanan Negara di bawah kabinet menteri Azerbaijan pada 1964. Dia juga turut menjadi Kepala Republik setelah terpilih dalam pleno komite sentral Partai Komunis Azerbaijan pada Juli 1969.

H Aliyev terpilih sebagai anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet pada Desember 1982 dan diangkat ke posisi wakil ketua pertama kabinet menteri Uni Soviet.

Setelah tragedi "Januari Hitam" pada 20 Januari 1990 di Baku yang disebabkan oleh pasukan Soviet, H Aliyev menuntut hukuman bagi pelaku kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Azerbaijan. Beliau kemudian meninggalkan Partai Komunis Uni Soviet pada 1991.

Akibat krisis pemerintahan pada Mei-Juni 1993, rakyat Azerbaijan menginginkan H Aliyev kembali berkuasa. "Dia  terpilih sebagai ketua Soviet Tertinggi dan berkuasa sebagai presiden Azerbaijan pada 24 Juli 1993, dan disetujui oleh parlemen dan dalam bagian pemungutan suara nasional pada 3 Oktober 1993," ujar Dubes.

H Aliyev kemudian terpilih kembali pada 1998. Selama masa kepresidenannya, kebijakan luar negeri bangsa dibangun kembali dan diubah menjadi kebijakan yang seimbang. Hubungan bilateral antara Azerbaijan dengan negara lain serta kerja sama dengan organisasi internasional mulai diperkuat.

"Hanya setelah dia kembali berkuasa atas permintaan rakyat barulah stabilitas politik dibangun," tuturnya.

Sementara itu, dalam konflik Nagorno-Karabakh pun gencatan senjata dicapai antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia. Di masa kepemimpinannya, reformasi ekonomi skala besar dimulai dan situasi keamanan negara menjadi stabil yang ditandai dengan volume investasi yang tertarik pada perekonomian meningkat dari tahun ke tahun hingga tercapainya kualitas kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Dia juga mulai kembali menghidupkan industri minyak dan gasnya, yang merupakan lokomotif perekonomian negara tersebut. Strategi minyak baru yang dilaksanakan pada 1994 memainkan peran penting dalam integrasi Azerbaijan ke dalam ekonomi dunia sehingga menarik investasi asing sebab kebijakan presiden yang tegas.

Pipa minyak ekspor utama Baku-Tbilisi-Jeyhan adalah  keberhasilan terbesar dari strategi minyak H Aliyev. Pengembangan pipa tersebut pun diprakarsai olehnya.

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu arah penting dari kebijakan sosial ekonomi. Pengembangan koridor dan jalan internasional serta transit, infrastruktur, transportasi jalan antar kabupaten kota dan kabupaten, hingga integrasi cepat sistem transportasi nasional ke komunikasi dunia menjadi fokus kebijakan transportasi.

Dia membangun Azerbaijan ke negara ekonomi penghasil minyak dan gas yang cukup besar. H Aliyev kemudian meninggal pada 12 Desember 2003.

Dia mendapatkan cinta dan rasa hormat dari jutaan orang melalui ide dan kerja kerasnya akan tetap selalu dalam ingatan dan hati rakyat karena perubahan positif dalam hidup mereka terkait langsung dengan nama pemimpin nasional..

"Setiap tahun rakyat Azerbaijan dan semua orang yang tinggal di seluruh dunia memperingati kenangan tentangnya. H Aliyev hidup dan akan terus hidup abadi karena beliau selalu bersama dengan rakyat Azerbaijan yang menjadi sumber kekuatannya," ujar Dubes Mirzayev.

Ide dan kebijakan pijakannya berhasil dirumuskan oleh Presiden Azerbaijan sekarang, Ilham Aliyev. Azerbaijan berkembang pesat dan membawa reputasinya pada proses negosiasi yang diprakarsai oleh H Aliyev terutama dalam konflik Nagorno-Karabakh.