PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis

Selasa , 11 May 2021, 19:28 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis. Petugas mengamati posisi hilal dengan menggunakan teropong dalam menentukan 1 Syawal 1442 H di Kantor wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Selasa (11/5). Hasil pemantauan tersebut menunjukan posisi hilal 1 Syawal 1442 H belum terlihat.Prayogi/Republika
PBNU Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis. Petugas mengamati posisi hilal dengan menggunakan teropong dalam menentukan 1 Syawal 1442 H di Kantor wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Selasa (11/5). Hasil pemantauan tersebut menunjukan posisi hilal 1 Syawal 1442 H belum terlihat.Prayogi/Republika

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriyah atau Idul Fitri jatuh pada Kamis (13/5) setelah melakukan rukyatul hilal di beberapa lokasi, demikian pernyataan tertulis PBNU yang diterima di Jakarta, Selasa (11/5).

 

Terkait

Pada pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj itu dijelaskan, PBNU pada Selasa telah melakukan rukyatul hilal bil fi'il di beberapa lokasi yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal, dengan demikian umur bulan Ramadhan 1422 H adalah 30 hari.

Baca Juga

Dalam pemantauan, ketinggian hilal saat ini masih berada di bawah ufuk, tepatnya minus 4 derajat, 22 menit, 28 detik berdasarkan data hisab markas Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta. Berdasarkan data hisab di markas nasional tersebut dan titik-titik ibu kota provinsi di seluruh Indonesia, maka diperhitungkan hilal terbenam lebih dulu dibanding matahari di seluruh Indonesia pada saat pelaksanaan rukyatul hilal.

Namun kapan Idul Fitri 1442 H atau tanggal 1 Syawal 1442 H, akan diketahui setelah sidang isbat yang akan dilaksanakan pada Selasa (11/5) setelah pelaksanaan rukyatul hilal rampung. Penentuan 1 Syawal itu sama dengan yang diputuskan Muhammadiyah yang juga menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriyah pada Kamis, 13 Mei berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.