Wisata Kota Bogor Buka untuk Warga Lokal pada Libur Lebaran

Selasa , 11 May 2021, 19:36 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Wisata Kota Bogor Buka untuk Warga Lokal pada Libur Lebaran. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat peluncuran program Bogor Mengaji.
Wisata Kota Bogor Buka untuk Warga Lokal pada Libur Lebaran. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat peluncuran program Bogor Mengaji.

IHRAM.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap membuka tempat wisata pada libur Lebaran pada 12-16 Mei 2021. Namun, objek wisata hanya boleh dikunjungi warga Kota Bogor yang ditunjukkan dengan bukti Kartu Tanda Kependudukan (KTP).

 

Terkait

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan soal operasional tempat wisata ini sudah menjadi kesepakatan dan keputusan kepala daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, serta Cianjur (Jabodetabekjur), pada rapat koordinasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Baca Juga

"Poin-poin kesepakatan yang menjadi keputusan pada rapat koordinasi tersebut, berikutnya dituangkan dalam surat edaran dari masing-masing kepala daerah di Jabodetabekjur untuk diterapkan di daerahnya," kata Bima Arya, Selasa (11/5).

Bima Arya menjelaskan tempat wisata yang dimaksud adalah tempat rekreasi seperti taman, taman hiburan, tempat wisata air, tempat wisata budaya dan religi, tapi tidak termasuk mal dan kuliner. "Tempat-tempat wisata diizinkan tetap beroperasi, dengan menyediakan fasilitas protokol kesehatan dan jumlah pengunjung maksimal 50 persen," katanya.

Pengunjung tempat wisata juga wajib menunjukkan hasil test rapid Antigen dengan hasil negatif Covid-19. Menurut Bima Arya, tempat wisata di Kota Bogor hanya boleh dikunjungi oleh warga Kota Bogor.

Itu artinya warga dari daerah lain, termasuk dari Kabupaten Bogor, tidak boleh mengunjungi. Bima Arya mengakui kebijakan pembatasan ini penerapannya tidak mudah dan kemungkinan besar masih ada warga dari lintas daerah yang datang ke Kota Bogor.

"Tapi paling tidak, ada usaha dari pemerintah daerah mengingatkan warganya untuk sadar mencegah peningkatan penularan Covid-19. Kalau semuanya cuek, maka akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti di India," katanya.