Aceh Promosikan Wisata Air Terjun di Dubai

Selasa , 11 May 2021, 19:47 WIB Redaktur : Esthi Maharani
Sejumlah pengunjung berada di kawasan air terjun Stasiun Penelitian Soraya, Kota Subulussalam, Aceh, Rabu (7/4/2021). Air terjun Lae Soraya merupakan salah satu air terjun yang berada di kawasan stasiun penelitian Soraya yang ramai dikunjungi pengunjung saat bertamu serta air terjun tersebut juga menjadi objek wisata andalan daerah setempat.
Sejumlah pengunjung berada di kawasan air terjun Stasiun Penelitian Soraya, Kota Subulussalam, Aceh, Rabu (7/4/2021). Air terjun Lae Soraya merupakan salah satu air terjun yang berada di kawasan stasiun penelitian Soraya yang ramai dikunjungi pengunjung saat bertamu serta air terjun tersebut juga menjadi objek wisata andalan daerah setempat.

IHRAM.CO.ID, BANDA ACEH -- Para pelaku pariwisata di Aceh yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mempromosikan wisata air terjun dan arung jeram pada Arabian Travel Market yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, 16-19 Mei mendatang.

 

Terkait

Ketua ASPPI Aceh Besar Afri Rizki mengatakan Arabian Travel Market diikuti puluhan negara merupakan pertemuan tahunan pelaku pariwisata di dunia.

"Kami dari Aceh difasilitasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif bersama 20 perwakilan Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Ini kesempatan mengampanyekan wisata alam, terutama air terjun dan arung jeram di Dubai," kata Afri Rizki, Selasa (11/5).

Menurutnya, dipilihnya wisata air terjun dan arung jeram karena Aceh memiliki destinasi pariwisata tersebut dan tidak ada di negara-negara Arab, seperti Uni Emirat Arab.

"Kalau mempromosikan destinasi lainnya, seperti masjid dan lainnya mereka sudah punya. Tapi, kalau air terjun, sungai, dan arung jeram mereka tidak punya. Ini keunggulan Aceh," katanya.

Adapun wisata air terjun di Aceh yang dipromosikan dalam kegiatan Arabian Travel Market di Dubai, di antaranya air terjun di Kabupaten Bener Meriah, di Kabupaten Aceh Jaya, arung jeram di Kabupaten Pidie dan di Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua ASPPI Aceh Besar tersebut mengatakan untuk mengikuti Arabian Travel Market hanya dibantu tiket pesawat ke Dubai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan biaya akomodasi seperti penginapan dan makanan selama di Dubai, Uni Emirat Arab menggunakan dana sendiri. Sementara, lanjut dia, bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak ada.

"Padahal, yang kami promosikan pariwisata Aceh. Kendati tidak ada dukungan, kami tetap mengikuti Arabian Travel Market demi memajukan pariwisata di provinsi ujung barat Indonesia tersebut," kata Afri Rizki.