Khalifah Abdul Aziz Kumpulkan Ulama untuk Mengingat Kematian

Sabtu , 15 May 2021, 13:25 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Warga berdoa di depan pusara keluarganya saat ziarah kubur di pemakaman
Warga berdoa di depan pusara keluarganya saat ziarah kubur di pemakaman

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Suatu ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para ulama termasyhur di masanya pada setiap malam. Mereka diminta khalifah menyampaikan tentang mati, hari kebangkitan, dan akhirat dan Abdul Aziz siap mendengarkannya.

 

Terkait

Imam Ghazali dalam kitabnya yang diterjemaahkan menjadi judul "Mati dan Kejadian Setelahnya" menuliskan bahwa Ibrahim at Taimi ulama Sufi dari kalangan Salaf berkata, "Dua perkara yang merampasku dari kesenangan dunia adalah ingat mati dan takut berdiri di hadapan Allah (pendiri dalam sidang pengadilan Allah).

Ulama Sufi dari kalangan salaf lainnya, Asy-ats, berkata "Ketika kami berkunjung kepada sufi termasyhur Hasan Al-Bashri ia biasa bercerita kepada kami tentang mati, neraka dan akhirat."

Suatu kali, seseorang mengeluarkan kekerasan hatinya kepada Sayidah Aisyah. Ibunda kaum mukmin itu berkata "Banyak-banyaklah mengingat mati, maka hatimu akan menjadi lembut."

Orang itu menjalankan nasihat Aisyah tersebut dan hatinya pun menjadi lebih lunak dan berperilaku lebih tawadhu serta santun.

Adalah Nabi Isa AS jika diceritakan kepada beliau tentang mati, maka darah pun menetes dari pori-pori kulitnya.  Dalam kisah serupa lainnya, jika cerita tentang mati dibicarakan di depan Nabi Daud AS, maka beliau pun menangis hebat, sehingga rambut-rambutnya tercabut dari badannya.

"Selanjutnya, ketika rahmat Allah disebut sebut dihadapannya, maka beliau pun kembali pada keadaan semula," katanya.

Suatu hari, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata kepada seorang ulama salaf "Berilah aku nasihat."

Ulama itu berkata. "Tak seorang pun sejak Adam hingga ayahmu yang terhindar dari mati sekarang giliranmu sudah datang. Mendengar nasihat tersebut, Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis keras, dalam sebuah riwayat yang lain, pada suatu hari sufi besar af-Rabi  bin Khaitsam, menggali kubur di dalam rumahnya, lalu ia tidur di situ beberapa kali setiap hari.  Kata Rabi, perbuatan ini dapat mengingatkan diriinya akan mati.

Ia berkata, "Jika ingat kepada mati pergi dari hatiku barang sesaat saja, maka hatiku pun menjadi tercemar karenanya."