Rabu 19 May 2021 14:27 WIB

Serangan Israel Bunuh Anak-anak yang Ikut Penyembuhan Trauma

Sebelas anak yang terbunuh dalam serangan Israel terdaftar program trauma healing

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih
Warga Palestina menghadiri pemakaman dua wanita dan delapan anak keluarga Abu Hatab di Kota Gaza, yang tewas setelah serangan udara Israel, Sabtu, 15 Mei 2021.
Foto: AP/Khalil Hamra
Warga Palestina menghadiri pemakaman dua wanita dan delapan anak keluarga Abu Hatab di Kota Gaza, yang tewas setelah serangan udara Israel, Sabtu, 15 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Sebelas dari 60 anak yang terbunuh dalam serangan udara Israel di Gaza terdaftar dalam program penyembuhan trauma. Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) pada Selasa (18/5) mengatakan, anak-anak yang berusia antara lima dan 15 tahun meninggal dunia di rumah mereka bersama dengan kerabat lainnya karena serangan udara Israel.

"Kami sangat terpukul mengetahui bahwa sebelas anak yang kami bantu dengan penyembuhan trauma dibombardir ketika mereka berada di rumah dan mengira mereka aman," kata Sekretaris Jenderal NRC Jan Egeland dilansir Anadolu Agency, Rabu (19/5).

Baca Juga

"Kami menyerukan kepada Israel untuk menghentikan kegilaan ini: anak-anak harus dilindungi. Rumah mereka tidak boleh menjadi sasaran. Sekolah tidak boleh menjadi sasaran. Cegah anak-anak ini dan keluarga mereka. Berhenti mengebom mereka sekarang," kata Egeland menambahkan.

Menurut NRC, di antara anak-anak yang terbunuh oleh serangan udara Israel adalah Lina Iyad Shar yang berusia 15 tahun. Dia terbunuh bersama dengan kedua orang tuanya di lingkungan Al Manara pada 11 Mei. Sementara saudara perempuannya yang berusia dua tahun, Mina, masih kritis.

Anak lainnya yang meregang nyawa akibat serangan udara Israel adalah Hala Hussein al-Rifi (13 tahun). Dia meninggal dunia pada 12 Mei oleh serangan udara Israel di lingkungan Tal Al-Hawa. Sementara Zaid Mohammad Telbani yang berusia empat tahun bersama dengan ibunya yang hamil lima bulan, Rima, juga tewas dalam serangan yang sama.

NRC mengatakan enam anak di Jalan Al Wahda di Gaza gugur bersama keluarga mereka dalam serangan udara oleh Israel. Mereka yang meninggal dunia termasuk Tala Ayman Abu al-Auf (13 tahun) dan saudara laki-lakinya yang berusia 17 tahun. Sementara ayahnya, Ayman Abu al-Auf, merupakan kepala penyakit dalam di rumah sakit Shifa Kota Gaza.

Tiga bersaudara yaitu Rula Mohammad al-Kawlak (5 tahun), Yara (9 tahun) dan Hala (12 tahun), bersama sepupu mereka yang berusia 14 tahun Hana dan beberapa kerabat lainnya gugur dalam serangan yang sama. Saudara perempuan mereka Dima (15 tahun) dan Mira Rami al-Ifranji (11 tahun) bersama tetangganya Dana Riad Hasan Ishkantna (9 tahun) meninggal dunia dalam serangan serupa.

NRC menambahkan, Rafeef Murshed Abu Dayer (10 tahun) dan seorang anak lain gugur di daerah yang sama pada 17 Mei. Mereka gugur setelah pecahan peluru menghantam mereka bersama dengan dua saudara laki-lakinya.

Sebuah organisasi non-pemerintah global, Save The Children, pada Ahad (16/5) mengumumkan hampir 60 anak telah terbunuh oleh pengeboman Israel dalam sepekan terakhir. Sementara setidaknya 366 anak terluka dalam serangan yang saat ini masih berlangsung.

"Setiap kali ada serangan udara kami menjadi ketakutan. Setiap kali kami mencoba keluar, ketika kami sampai di pintu depan, ada serangan udara lain dan kami berlari kembali ke dalam secepat yang kami bisa," kata Khaled (10 tahun) yang dikutip oleh Save The Children.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut 217 warga Palestina telah gugur, termasuk 63 anak-anak dan 36 wanita, dan 1.500 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement