Rabu 19 May 2021 17:19 WIB

Arus Balik Masih Ramai, Petugas Tetap Lakukan Penyekatan

Pemudik yang telah melakukan tes antigen dapat menunjukkan hasilnya di pos lain

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad
Personel Kepolisian memeriksa kelengkapan surat dan KTP saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemeriksaan tersebut sebagai upaya untuk menyekat masyarakat yang nekat mudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Personel Kepolisian memeriksa kelengkapan surat dan KTP saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemeriksaan tersebut sebagai upaya untuk menyekat masyarakat yang nekat mudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--Arus balik kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon hingga kini masih cukup ramai. Untuk itu, penyekatan serta pemeriksaan para pemudik masih terus diakukan.

‘’Kami sebelumnya sudah memprediksi bahwa arus balik sudah terjadi pada hari Minggu kemarin. Tetapi ternyata sampai hari ini pemudik yang melakukan perjalanan dari Jawa Tengah ke arah Jakarta masih banyak,’’ kata Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, saat melakukan pengawasan kegiatan penyekatan di Pos Rawagatel Susukan Kabupaten Cirebon, Rabu (19/5).

Imron didampingi Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi. Imron mengatakan, dengan masih ramainya arus balik, para petugas gabungan tetap melakukan penyekatan serta pemeriksaan kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta. Tes antigen pun disediakan di pos-pos yang sudah disediakan. Hal itu untuk memastikan para pemudik sudah terbebas dari Covid-19.

Imron menambahkan, Pemkab Cirebon sudah berkoordinasi dengan Pemkab Indramayu, Subang, Purwakarta dan Karawang dalam melakukan penyekatan maupun tes antigen. Bagi para pemudik yang sudah melakukan tes antigen di Cirebon, bisa menunjukan hasil tersebut ke pos penyekatan di daerah lainnya.

‘’Dari ribuan pemudik yang kita periksa, ada tujuh orang yang tes antigennya reaktif. Karenanya, kita putar balikan ke daerah asal. Sedangkan untuk yang lainnya, kami persiakan lanjutkan perjalanan dengan membawa hasil bebas Covid-19,’’ kata Imron.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, berdasarkan pantauan anggotanya pada saat Hari Raya Idul Fitri, volume kendaraan pemudik cukup padat saat melintas di wilayah Kabupaten Cirebon. Namun setelah hari raya, belum ada keseimbangan arus baliknya.

‘’Sehingga atas dasar tersebut, kita memperpanjang pengaktifan pos penyekatan, pos pengamanan dan pos palayanan yang ada di wilayah hukum Polresta Cirebon, dengan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan,’’ katanya.

Syahduddi menyebutkan, kegiatan itu lakukan mulai 18 sampai 24 Mei 2021. Menurutnya, penyekatan dan pemeriksaan dilakukan untuk antisipasi adanya lonjakan arus balik dari arah Jawa Tengah ke arah Jakarta.

Syahduddi menjelaskan, para pamudik yang akan menuju Jakarta akan dilakukan tes antigen di beberapa pos yang sudah disediakan. Menurutnya, petugas melakukan tes antigen secara random sampling untuk memastikan masyarakat yang bergerak dari arah Jawa Tengah ke Jakarta dalam keadaan non rekatif Covid-19.

‘’Nanti juga di Indramayu, Subang, Purwakarta dan Karawang ada kegiatan penyekatan yang sama. Sehingga saat masuk Jakarta, mereka betul betul sudah dinyatakan steril dan non reaktif Covid-19,’’ katanya.

Syahduddi menyebutkan, selama melakuakn penyekatan dan pemeriksaan kesehatan, tercatat ada 1.193 pemudik yang dilakukan tes antigen. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya reaktif.

Syahduddi mengatakan, dengan adanya tujuh pemudik yang hasil antigennya reaktif, pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan dari masing-masing wilayah pemudik tersebut. Pihaknya juga  mengirim data yang bersangkutan, baik KTP maupun SIM.‘’Kami juga tembuskan ke daerah mereka untuk dilakukan tindakan selanjutnya,’’katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement