Rabu 19 May 2021 18:44 WIB

Umat Perlu Mencermati Energi Positif dan Negatif

Persatuan dan kebaikan merupakan energi positif untuk kemajuan umat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Foto: PP Muhammadiyah
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan amanat di Milad 104 'Aisyiyah bertema "Merekat Persatuan, Menebar Kebaikan di Masa Pandemi" secara luring dan daring pada Rabu (19/5). Prof Haedar mengingatkan bahwa umat perlu mencermati energi positif yakni persatuan serta kebaikan, dan energi negatif yakni perusak persatuan.

Ia menyampaikan, ada hal penting yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini bahwa persatuan dan kebaikan merupakan energi positif untuk kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Dalam konteks realitas nyata, sering kali energi positif itu berhadapan dengan energi yang negatif.

Baca Juga

"Kita perlu mencermati secara seksama di samping hal-hal dan energi positif dari persatuan dan kebaikan, kita juga perlu mencermati hal-hal yang negatif yang sering menjadi hama, sering menjadi virus, serta sering menjadi faktor destruktif atau faktor predator untuk tegaknya persatuan dan rekatnya persatuan serta tegaknya atau menyebarnya kebaikan," kata Prof Haedar saat menyampaikan amanat di Milad 104 'Aisyiyah, Rabu (19/5).

Ia menjelaskan, Alquran banyak mengisyaratkan hal-hal yang perlu diperhatikan dan sering menjadi hama dari persatuan. Di dalam Alquran dikatakan, kalau ada dua kelompok yang saling bertentangan, konflik dan berbeda, maka islahkan. Kalau ada satu diantaranya yang bebal, maka luruskanlah sampai dia kembali kepada Allah dan setelah dia kembali ke jalan persatuan maka tegakkanlah keadilan untuk mereka.

Pesan di dalam Alquran itu menunjukkan bahwa sesama umat, komponen bangsa, dan manusia perlu menyadari faktor-faktor yang membuat rekat dan pecah. Serta faktor-faktor yang membuat berbeda serta membawa kepada konflik dan peperangan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement