Pelajar Muslim Inggris Kembangkan Aplikasi Sholat

Kamis , 20 May 2021, 14:39 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Dua mahasiswa Muslim Inggris telah membuat aplikasi sholat baru
Dua mahasiswa Muslim Inggris telah membuat aplikasi sholat baru

IHRAM.CO.ID, LONDON--Dua mahasiswa Muslim Inggris telah membuat aplikasi sholat baru, menyusul laporan bahwa aplikasi sholat Muslim yang populer diduga membagikan data pribadi orang-orang. Mereka adalah Abdul-Rahman Abbas dan Tariq Imaad Jamal.

 

Terkait

Dilansir dari About Islam, ide tersebut datang kepada mereka menyusul keributan besar di media sosial pada tahun 2020. Hal ini terkait laporan Motherboard mengklaim bahwa aplikasi sholat Muslim membagikan data pribadi orang-orang, termasuk lokasi mereka.

“Komunitas Muslim merasakan pengkhianatan kepercayaan yang besar, dan aplikasi yang melakukan ini menghadapi reaksi keras,” katanya kepada BuzzFeed.

Oleh karena itu, Abbas dan Jamal sendiri berusaha mengembangkan aplikasi baru.  Setelah memposting di media sosial tentang hal itu, mereka mulai mendapat respon positif dari komunitas muslim.

“Kami pada dasarnya melihat segala sesuatu di luar sana dan berpikir, Kami bisa melakukan yang lebih baik.  Ini sebenarnya sebuah konsep dalam Islam yang disebut 'Ihsaan' (pada dasarnya ini tentang 'bekerja ekstra'),” kata Abbas.

“Misalnya, kami membuat aplikasi kami benar-benar bebas iklan (tidak seperti kebanyakan alternatif). Mereka mengganggu dan tidak termasuk dalam aplikasi doa,”tambahnya.

Menurut situs web Pillars, saat aplikasi mengakses data lokasi Anda, aplikasi "tidak pernah meninggalkan ponsel. "Tidak ada data apa pun yang dikirim ke Pilar atau disimpan oleh kami sendiri [dan] tidak ada data lain yang dikumpulkan (termasuk analitik atau informasi pribadi)," bunyi situs web Pillars.

Aplikasi gratisnya ditayangkan pada tanggal 1 Mei dan mendapat tanggapan yang baik dari Muslim Twitter. Pelajar Muslim Mengembangkan Aplikasi Doa yang Berfokus pada Privasi - Tentang Islam

Abbas dan Jamal punya ide baru untuk menyempurnakan aplikasi mereka. “Kami sebenarnya ingin segera meluncurkan beberapa fitur lagi, termasuk pelacak doa, yang juga akan tetap gratis, serta beberapa fitur menarik lainnya yang diminta komunitas kami,” kata Abbas.

Aplikasi tersebut bukanlah terobosan pertama bagi umat Islam di bidang ini. Awal tahun ini, aplikasi virtual baru bernama ImamConnect diperkenalkan untuk memberikan pembinaan spiritual, konseling, khutbah, dan fatwa kepada umat Islam.

Aplikasi lain, FajrUp, juga secara otomatis mengatur waktu sholat Subuh dengan menggunakan GPS.  Ini adalah aplikasi pintar di mana Muslim di seluruh dunia dapat terhubung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini