Kamis 20 May 2021 18:21 WIB

Cerita Warga India Larungkan Jasad Kerabat ke Sungai Gangga

Jurnalis dan warga lokal mencatati jumlah jasad di Sungai Gangga lebih dari 2.000.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Jenazah (warna oranye) dikubur di tempat dangkal di tepi Sungai Gangga, Sabtu (15/5).
Foto: Rajesh Kumar Singh/AP
Jenazah (warna oranye) dikubur di tempat dangkal di tepi Sungai Gangga, Sabtu (15/5).

REPUBLIKA.CO.ID, UTTAR PRADESH -- India mengerahkan polisi di sepanjang sungai untuk menghentikan masyarakat membenamkan jenazah ke Sungai Gangga. Pihak berwenang sudah mengambil banyak jenazah dan memasang jaring di perbatasan antara Negara Bagian Uttar Pradesh dan Bihar tapi masih banyak jasad yang terlihat di sekitar Narva ghat di Gahmar.

Masyarakat yang membenamkan jenazah mengaku mereka tidak memiliki pilihan lain. Salah seorang warga Narsingh Kumar menceritakan, dua orang kakak laki-lakinya meninggal dunia dalam jarak beberapa hari. Keduanya tidak dites virus Corona, mereka meninggal dunia dua hari setelah menunjukkan gejala.

Baca Juga

Saudara pertamanya Shambhu Nath mengalami demam tinggi pada 19 April. Tiga hari kemudian ia kesulitan bernapas. Keluarga Kumar sudah memanggil ambulan tapi pada 23 April Nath meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Pada hari yang sama Swami Nath juga mulai kesulitan bernapas.

Swami Nath sempat masuk rumah sakit swasta dan menggunakan oksigen bantuan selama satu malam lalu keluar dari rumah sakit. Tetapi meninggal dunia pada 24 April.

Pada kasus Shambhu Nath, keluarganya tidak kesulitan menggelar kremasi karena tetangga menawarkan bantuan dan menghadiri pemakaman. Tapi setelah saudaranya yang lain  meninggal dunia, keluarga Narsingh Kumar dikucilkan.

"Ketika kami hendak membeli kayu bakar untuk kremasi kami diusir dan tidak ada satu pun penduduk desa yang membantu kremasi karena mencuriga ini kasus Covid," kata Narsingh Kumar seperti dikutip the Guardian, Kamis (20/5).

"Kami tidak bisa mendapatkan kayu bakar dan tidak tahu pilihan lain yang dapat kami miliki selain membenamkan jenazahnya ke sungai, kami melakukannya keesokan harinya pada pukul 11.00 pagi bersama keluarga terdekat saja," katanya.

Tidak ada tahu secara pasti berapa jumlah pasti jasad yang dilarung ke sungai atau dimakamkan di tepi sungai. Namun jurnalis dan warga lokal yang mencatat jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 jasad.

Total pasien Covid-19 yang meninggal dunia di daerah pedesaan India pun mungkin tidak akan pernah diketahui secara pasti. Karena banyak warga meninggal mendadak tanpa dites. Di sisi lain, sekitar 65 persen populasi India tinggal di daerah pedesaan yang infrastruktur kesehatan dasarnya buruk atau tidak ada sama sekali.

Warga desa Negara Bagian Uttar Pradesh yang populasinya 235 juta di atas Brasil melaporkan banyak orang yang sekarat setelah batuk-batuk dan kesulitan bernapas berhari-hari tanpa mendapatkan akses ke tes Covid-19. Pemerintah India mulai melakukan tes dari pintu ke pintu tapi sulit mencapai desa-desa terpencil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement